13 Juta Orang Daftar, Kartu Prakerja Gelombang 6 Dibuka Lagi?

13 Juta Orang Daftar, Kartu Prakerja Gelombang 6 Dibuka Lagi?

Jakarta, CNBC Indonesia – Program Kartu Prakerja masih diminati oleh masyarakat Nusantara. Sampai hari ini, setidaknya telah ada kurang lebih 13 juta orang mendaftar program Kartu Prakerja.

Menteri Koordinator Dunia Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, negeri akan terus berupaya untuk bisa mengembalikan 2, 1 juta korban PHK dan 1, 4 juta orang yang dirumahkan untuk bisa kembali bekerja.

“Khusus untuk mereka yang terkena PHK, pemerintah siapkan program-program padat karya infrastruktur dan padat karya pertanian. Kita sedang melihat kemungkinan untuk mengembangkan bendungan atau program tentara Pantai di Utara Pulau Jawa dan diharapkan bisa menyerap tenaga kerja, ” kata Airlangga pada CNBC Indonesia TV dalam rencana Squawk Box, Rabu (26/8/2020).


Selain itu, dalam membangun menjaga daya beli masyarakat bagi korban PHK, Airlangga mengatakan, pemerintah juga masih memiliki program Kartu Prakerja.

Di mana saat ini telah ada 13 juta orang yang mendaftar untuk bisa terpilih menyambut manfaat Kartu Prakerja tersebut.

“Kartu Prakerja itu yang mendaftar sudah 13 juta orang dan sudah diterima sebesar satu, 4 juta orang. Targetnya tahun ini bisa menerima peserta Kartu Prakerja 5, 6 juta orang, ” kata Airlangga melanjutkan.

Kendati demikian, hingga keadaan ini belum ada kejelasan pustaka pendaftaran Program Kartu Prakerja Gelombang 6 Dibuka. CNBC Indonesia sudah menanyakan hal tersebut kepada Head of Communication PMO Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu. Namun tidak respon dari Louisa.

Sebelumnya, Louisa mengatakan pihaknya belum mampu memutuskan kapan akan membuka balik pendaftaran peserta program Kartu Prakerja Gelombang 6, dan berjanji bakal mengumumkannya dalam waktu dekat. Sayangnya, informasi itu sampai hari tersebut belum juga disampaikan ke jemaah.

“Jadwal pembukaan pendaftaran gelombang 6 akan kami umumkan 1-2 hari ini, ” prawacana Louisa kepada CNBC Indonesia, Senin (24/8/2020).

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan besaran kuota tanggapan peserta program Kartu Prakerja sebesar 800. 000 peserta per tiap gelombang, yang diharapkan akan mampu terselesaikan pada akhir Oktober 2020.

Pada setiap gelombang penerimaan peserta program Kartu Prakerja, pemerintah akan memprioritaskan 80% yang berasal dari korban PHK dengan dimiliki oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Sementara 20% lainnya berasal sejak peserta umum yang dipilih secara acak.

[Gambas:Video CNBC]
(roy/roy)