Ada Kabar dari Prancis Soal Rafale Bidikan Prabowo, Barang apa Itu?

Jakarta, CNBC Indonesia – Ada informasi terbaru terkait pesawat tempur Dassault Rafale dari Prancis. Pemerintah Prancis telah membuktikan pesawat tempur standar F3-R bidikan Menteri Pertahanan MENODAI Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto itu mau beroperasi penuh.

Kepala Staf Angkatan Bahar Prancis Laksamana Pierre Vandier dan Kepala Staf Bala Udara dan Luar Udara Philippe Lavigne mengumumkan sudah menerima konfigurasi operasional terbaru Rafale pada 8 Maret. Pengumuman itu disampaikan Vandier dan Lavigne pada 17 Maret lalu seperti dilansir dari laman Janes, Minggu (21/3/2021).

Kabar itu tiba 15 bulan setelah initial operating capability (IOC) diumumkan pada Desember 2019 dan 20 bulan setelah Rafale standar F3-R diterima militer dari Dassault Aviation Juli 2019.

Standar baru F3-R dikembangkan Dassault Aviation bergandengan Thales, MBDA, dan Safran berdasarkan kontrak Januari 2014. Seperti ditulus Janes, pengampu F3-R meliputi peningkatan perangkat lunak dan keras dengan mencakup integrasi rudal dalam luar jangkauan visual.

Ada pula penargetan udara jarak jauh Thales TALIOS pod, dan sistem elektronik Spectra. Versi tersebut juga akan membawa peluru kendali jarak menengah (ASMPA) sebagai bagian dari misi pencegahan nuklir di udara.

Serupa diketahui, pengadaan Rafale ialah bagian dari modernisasi alutsista Indonesia, khususnya di ukuran udara.

Baru-baru ini, Kepala Staf TNI Pasukan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menerima kunjungan tim Dassault Aviation Prancis yang dipimpin Vice President Bussines Development Jean Claude Piccirillo di Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (18/3/2021).


Pada pertemuan itu, Fadjar didampingi Wakasau Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto, Asrena Kasau, Aslog Kasau, dan Kadisaero. Sedangkan Piccirillo didampingi Athan Prancis untuk Indonesia Col. Sven Meic dan Wakil Athan Col. David Cordier.

Saat dikonfirmasi perihal persamuhan itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Indan Cerah Buldansyah mengungkapkan tidak tersedia yang spesial dari pertemuan tersebut.

“Pertemuan silaturahmi dan perkenalan Athan Perancis kepada Kasau, ” ujar Indan kepada CNBC Indonesia, Jumat (19/3/2021).

Saat ditanya apakah pertemuan spesifik membahas agenda pengadaan jet tempur Rafale, Indan menyatakan belum ada pembicaraan terkait hal tersebut.

“Saya sampaikan dalam renstra (rencana strategis) 2021-2024 TNI AU memerlukan pesawat MRCA (Multi Role Combat Aircraft), penentuan pesawatnya adalah kewenangan Kementerian Pertahanan, ” kata Indan.

[Gambas:Video CNBC]
(miq/miq)