Alert! Fitch: Efek Corona Bikin Bank Ditigal Sulit Berkembang

Alert! Fitch: Efek Corona Bikin Bank Ditigal Sulit Berkembang

Jakarta, CNBC Indonesia – Pandemi global virus corona (Covid-19) telah melemahkan banyak zona bisnis  di dunia, salah satunya adalah perbankan digital. Fitch Ratings mengatakan akan sulit memasuki kawasan perbankan digital di Asia karena beberapa peluang telah hilang kelanjutan pandemi.

Direktur koalisi Fitch Ratings, Tamma Febrian mengatakan wabah virus corona menghantam ekonomi global dengan keras, dan secara tidak proporsional mempeburuk profil efek individu dan perusahaan skala UMKM  yang kebanyakan manjadi  nasabah peminjam bank digital.  

“Banyak dari mereka (bank digital) tidak memiliki rekening bank & tidak terlayani bank konvensional,   ini merupakan segmen target sari mereka, dan kami pikir genting saat ini akan mempengaruhi itu secara tidak proporsional, ” prawacana Febrian dalam “Squawk Box Asia” CNBC pada Jumat (21/8/2020).


“Artinya, secara teknis, yang Anda bicarakan… potensi berkurangnya peluang untuk pinjaman yang menguntungkan, ” tambahnya.

Selain itu, Febrian mengatakan kebijakan jaga jarak sosial (social distancing) dan penguncian (lockdown) di segenap dunia memaksa bank konvensional mengeluarkan layanan bank digital, untuk meningkatkan penyaluran kredit. Hal itu tetap berpotensi menutup pembukaan bagi junior ke pasar.

Dalam laporan awal pekan ini, Fitch Ratings mengatakan tantangan seperti tersebut akan lebih terasa di pasar negara maju Asia, dimana perlombaan dari bank konvensional sudah hebat. Pasar tersebut termasuk Australia, Hong Kong, Jepang, dan Singapura yang memiliki pemain lama yang dominan.

Tetapi pasar negara berkembang seperti India, Indonesia, & Filipina masih menawarkan peluang terbesar untuk bank digital. Negara-negara tersebut memiliki penetrasi layanan perbankan dengan rendah, yang memberikan calon sponsor pinjaman digital “jalan yang bertambah mudah menuju masa kritis, ” ujar laporan tersebut.

“Namun, negara-negara ini termasuk yang paling parah terkena pandemi di kawasan ini, dan bahkan di dalam jangka panjang, potensi mereka jadi terhambat oleh infrastruktur digital yang tertinggal, ” tulis laporan tersebut.

Sementara itu, Febrian mengatakan bahwa banyak bank digital yang bercita-cita merancang model bisnis mereka selama lingkungan ekonomi dengan “jinak”. Jadi, belum pasti apakah model tersebut dapat bertahan di siklus ekonomi ini, terlepas dibanding kemampuan teknologinya yang berpotensi bertambah maju, katanya.

Namun Febrian menambahkan jika krisis saat ini adalah menjelma waktu bagi bank digital untuk mengevaluasi model bisnisnya. Termasuk menyimak apakah risiko yang diambil cocok dengan selera risiko mereka, & memastikan bahwa margin yang dapat dapat menutupi potensi kerugian di masa depan.

Setidaknya, menurut Febrian, saat ini rekan lebih sulit untuk dinavigasi jadi bank digital perlu lebih menyempurnakan strategi mereka.

[Gambas:Video CNBC]
(hps/hps)