Aturan PPnBM Emisi Berlaku 16 Oktober, Apa Kata Bos Otomotif?

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah bakal mengubah skema Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang tadinya berdasarkan jenis sedan dan nonsedan serta kapasitas mesin dan sistem gerak, kini hanya berdasarkan emisi gas buang. Kebijakan ini akan berlaku pada 16 Oktober, diprediksi akan mengangkat beberapa harga mobil.

Hanya saja, saat ini pemerintah memperpanjang masa diskon pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 100% sampai akhir tahun. Sehingga, menurut Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, implementasi dari PP 74 mengenai Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah baru diberlakukan tahun depan.

“Ada overlapping antara PP 74 dan PMK 120 yang membebaskan PPnBM untuk beberapa jenis kendaraan bermotor sampai akhir tahun. Itu mengacu pada dua keputusan, tapi yang berlaku hari ini PMK 120, ini yang dibebaskan 20 jenis kendaraan bermotor memakai kandungan lokal 60% ke atas,” kata Jongkie kepada CNBC Indonesia, Kamis (22/9/2021).

“Sehingga PP 74 ini belum berjalan untuk yang di luar 29 jenis kendaraan ini. Implementasinya masih PMK 120,” lanjutnya.

Begitu juga dengan mobil LCGC juga seharusnya ada pengenaan pajak sebesar 3%. Padahal dari aturan lama mobil kategori ini bebas dari pajak alias 0%. Jongkie melihat penerapan pajak itu kemungkinan terjadi tahun depan mengingat saat ini masih ada insentif PPnBM 100% untuk beberapa jenis mobil.

“LCGC mungkin naik tahun depan. Tarif naik dari 0% jadi 3% itu ada di PP 73 sebelum diubah menjadi PP 74,” katanya.

Lantas bagaimana dengan permintaan mobil?
Jongkie mengakui dengan adanya penerapan aturan ini akan memengaruhi jumlah permintaan sebagian mobil. Karena harga pajak mobil akan naik dihitung dari kadar emisi karbon yang dihasilkan. Semakin sedikit kadar emisi yang dihasilkan, dan makin sedikit konsumsi bahan bakar maka tarif PPnBM ini akan semakin sedikit.

“Tentu ada yang turun ada juga yang naik (tarif Pajak PPnBM) tapi saya belum bisa katakan kenapa karena emisi kendaraan saat ini tergantung jenis mobilnya irit tidak, rendah polusi tidak,” ujarnya.



[Gambas:Video CNBC]
(miq/miq)