Balas Dendam, Wall Street ‘Pesta Pora’ Menguat Nyaris Rata 2%

Jakarta, CNBC  Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) mengakhiri perniagaan pekan ini dengan menguat cukup signifikan. Indeks pada Wall Streer  naik 1% lebih karena ada keyakinan ekonomi AS pulih yang ditandai dengan  adanya inflasi.

Indeks Dow Jones menguat 1, 9% ke level 31. 496, 30, indeks S& P 500 menguat 2% ke level  3. 841, 94 dan  Nasdaq  menguat 1, 6% ke level 12. 920, 14.

Wall Street pekan ini sempat mengalami tekanan   minggu ini karena imbal hasil obligasi AS naik. Selain tersebut, pada investor juga tiba mempertanyakan pemulihan AS sejak pandemi Covid-19, saat Gedung Putih sedang mengupayakan provokasi US$ 1, 9 triliun yang sedang diproses meniti Kongres.  


Namun, data pemerintah yang menunjukkan ekonomi GANDAR ada 379. 000 lowongan pekerjaan, ini lebih bagus dari perkiraan pada Februari dan membantu mendorong indeks utama ditutup positif..

“Itu adalah data yang bagus tapi masih jauh dari pekerjaan sempurna, ” kata Peter Cardillo dari Spartan Capital Securities mengomentari data laporan ketenagakerjaan.

Pekan ini, kekhawatiran inflasi menyebabkan imbal hasil  US Treasury tenor 10 tarikh melonjak menjadi hampir satu, 6%. Menurut Peter, jika  yield stabil pada tangga tersebut “aman untuk mengutarakan bahwa kemunduran bisa saja berakhir. ”

Sementara itu, peluncuran vaksin virus korona, perlambatan infeksi, pelonggaran lockdown dan provokasi baru AS menghidupkan balik perekonomian. Namun investor semakin khawatir bahwa kebijakan moneter ua-stimulatif – pilar istimewa dari lonjakan ekuitas selama setahun – akan redup jika inflasi melonjak.

Prospek itu membakar dolar ke level sempurna tiga bulan terhadap euro pada hari Jumat serta merusak saham di Asia dan dalam perdagangan pagi di Eropa.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Kamis menegaskan kembali bahwa The Fed tidak akan memperketat kebijakan sampai tujuan lantaran lapangan kerja penuh dan inflasi yang konsisten di atas 2, 0 tip telah terpenuhi – dan itu mungkin akan mengunyah waktu lama.

Para trader sempat putus karena Powell tidak menunjukkan ia akan bertindak untuk meredakan kenaikan imbal hasil obligasi baru-baru ini, & imbal hasil Treasury 10-tahun melanjutkan kenaikannya setelah pidatonya.

Imbal hasil naik karena harga obligasi turun, dan investor bergegas keluar karena inflasi hendak memakan keuntungan mereka lantaran waktu ke waktu, memicu aksi jual minggu berarakan di pasar dunia.

“The Fed tak akan bisa mengembalikan jin kenaikan suku bunga di dalam waktu dekat, ” analis pasar Stephen Innes dibanding Axi memperingatkan.

[Gambas:Video CNBC]
(hps/hps)