Banggar DPR Soroti Ambruknya IHSG Sebab PSBB Total DKI

Banggar DPR Soroti Ambruknya IHSG Sebab PSBB Total DKI

Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Anggaran (Banggar) DPR soroti upaya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang telah mengumumkan akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total. Hal itu karena rencana tersebut merontokkan ratusan triliunan dana di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Ketua Banggar Said Abdullah menyesalkan pernyataan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk dinilai cukup dramatis yang telah membuat IHSG anjlok.

“Kejadian kemarin sangat disesalkan atas pernyataan boombastis, dramatis oleh Gubernu DKI Jakarta Anies Baswedan, sehingga menimbulkan hal yang tak perlu dan membakar ludes Rp 300 triliun saham-saham kita berguguran. Kalau korporasi hancur maka ritel akan hancur, ini tantangan mengandung bagi OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan BI [Bank Indonesia], ” jelas Said dalam membuka kerap Banggar dengan Pemerintah, Jumat (11/9/2020).

Seperti diketahui, Ruang Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan Kamis (10/9/20) terkapar pada zona merah setelah ambles 5, 01% ke level 4. 891, 46 setelah sebelumnya perdagangan sempat dihentikan oleh bursa karena anjlok lebih dari 5%. Koreksi IHSG merupakan dampak pemberlakuan kembali PSBB total oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Petunjuk perdagangan mencatat, investor asing mengabulkan aksi jual bersih sebanyak Rp 668 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 10, 2 triliun.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan menarik rem gawat untuk mencegah penularan virus Corona (COVID-19) semakin masif. Anies memutuskan akan kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti kausa pandemi Corona di RI.

“Kita terpaksa kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar kaya pada masa awal pandemi zaman, bukan lagi masa transisi, akan tetapi PSBB awal dulu, ” ujar Anies dalam video yang disiarkan Pemprov DKI Jakarta, Kamis (9/9/2020).

Menurutnya, kembalinya PSBB ke tahap awal itu karena kondisi Jakarta sudah mengkhawatirkan. Rem darurat ini mulai berlaku di 14 September mendatang.

“Kami sampaikan malam ini jadi ancang-ancang, mulai Senin 14 September kegiatan perkantoran yang non esensial diharuskan melaksanakan kegiatan bekerja daripada rumah, bukan kegiatan usahanya yang berhenti tapi bekerja di kantornya yang ditiadakan, kegiatan usaha ustaz terus, tapi kegiatan perkantoran dalam gedungnya yang tidak diizinkan, ” ujarnya.




[Gambas:Video CNBC]
(dru)