Bank Mini Memang Oke, tapi Asing Jorjoran Borong 10 Saham Ini

Jakarta, CNBC  Nusantara – Ruang Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan reli penguatan selama 3 hari bersambung setelah ditutup menguat di dalam perdagangan Rabu (3/3/2021). Saham-saham emiten bank big cap menjadi buruan investor asing.

Data BEI  mencatat, IHSG  yang menjadi indeks acuan di Bursa Efek Indonesia ini ditutup naik tipis 0, 28% ke posisi 6. 376. 757 pada penutupan sesi II. IHSG  sempat mencapai level tertinggi harian enam. 394.

Masukan BEI  mencatat ada 212 saham naik, 268 bagian merosot dan 160 bagian stagnan, dengan nilai pembicaraan mencapai Rp 12, 79 triliun dan volume perniagaan mencapai 27, 29 miliar saham dengan frekuensi perdagangan 1, 50 juta kali.


Investor asing pasar saham menyelundup ke Indonesia dengan rencana beli bersih (net buy) asing mencapai Rp 356, 30 miliar di rekan reguler. Selain itu, aneh mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan rekan tunai sebesar Rp 165, 06 miliar. Dalam sebulan terakhir asing belanja saham-saham di BEI  mencapai Rp 1, 09 triliun.

Beserta deretan saham-saham dengan rencana beli bersih terbesar Rabu kemarin.

10  Top Net Foreign Buy (Reguler) Rabu (3/3)

1. Bank BRI (BBRI), net buy Rp 108 M, saham +1, 04% Rp 4. 850

2. Bank Central Asia (BBCA), Rp 101 M, saham -0, 21% Rp 35. 000

3. Bank Mandiri (BMRI), Rp 69 M, saham flat Rp enam. 600

4. Telkom (TLKM), Rp 67 M, saham -0, 58% Rp 3. 440

5. Kalbe Farma (KLBF), Rp 30 M, saham flat Rp 1. 550

6. Vale Indonesia (INCO), Rp 29 M, saham +0, 85% Rp 5. 925

7. Astra (ASII), Rp 26 M, saham +1, 79% Rp 5. 675

8. Cantik Kiat Pulp (INKP), saham -2, 08% Rp 12. 975

9. Bank BTN (BBTN), Rp 20 M, saham -1, 40% Rp 2. 120

10. Semen Indonesia (SMGR), Rp 18 M, saham -3, 21% Rp 11. 325

Adapun jual bersih dilakukan asing di saham PT Bank Negara Nusantara Tbk (BBNI) yang dilego Rp 65 miliar dan PT Bumi Serpong Tenteram Tbk (BSDE) yang dijual Rp 21 miliar.

Dari pasar dalam negeri, sentimen positif hadir dari Gajah Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati yang kembali menganjurkan relaksasi berupa pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) atas dividen yang diterima oleh tetap pajak.

Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 18/PMK. 03/2021 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Bagian 11 Tahun 2020 mengenai Cipta Kerja di Dunia Pajak Penghasilan, Pajak Perkembangan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, mengikuti Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

NEXT: 4 Bank Masuk Sempurna Buy Asing