Bank Sentral Inggris Bersiap Naikkan Suku Bunga, Tapi….

Jakarta, CNBC Indonesia – Di tengah kenaikan kasus penyakit akibat virus corona (Covid-19) yang melanda Inggris, bank sentralnya sudah bersiap untuk menaikkan suku bunga. Tetapi, kenaikan tersebut dilakukan dengan sangat pelan dan bertahap, bahkan di tahun 2024, bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) memproyeksikan suku bunga hanya sebesar 0,5% saja.

Dalam pengumuman rapat kebijakan moneter kemarin, BoE di bawah pimpinan Gubernur Andrew Bailey mempertahankan suku bunga acuan di rekor terendah sepanjang masa 0,1%. Keputusan tersebut dibuat dengan suara bulat, sebanyak 8 anggota dewan sepakat mempertahankan suku bunga yang sudah berada di level 0,1% sejak Maret 2020 lalu, ketika virus corona dinyatakan sebagai pandemi.

BoE secara jelas memproyeksikan suku bunga akan dinaikkan mulai tahun depan. Di kuartal III-2022 suku bunga diproyeksikan sebesar 0,2% atau naik 10 basis poin dari level saat ini. Kemudian dinaikkan lagi sebesar 20 basis poin menjadi 0,4% di kuartal III-2023, dan selanjutnya di kuartal II-2024 dinaikkan lagi hingga menjadi 0,5%.


“Proyeksi tersebut menyiratkan BoE akan melakukan pengetatan moneter dengan sangat bertahap, dan suku bunganya jauh lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya,” kata Vivek Paul, kepala strategi investasi di BlackRock Investment Institute Inggris, sebagaimana dilansir CNBC International, Kamis (5/8/2021).

Sebagai perbandingan, bank sentral Amerika Serikat (AS) lebih agresif dalam menaikkan suku bunga. Berdasarkan Fed Dot Plot, 13 dari 18 anggota dewan The Fed melihat suku bunga akan dinaikkan pada tahun 2023. 11 diantaranya memproyeksikan dua kali kenaikan masing-masing 25 basis poin menjadi 0,75%.

Dan untuk jangka panjang, suku bunga diperkirakan sebesar 2,5%.

Sementara itu untuk program pembelian aset (quantitative easing/QE) BoE 7 orang sepakat mempertahankan nilainya sebesar 895 miliar poundsterling (US$ 1,25 triliun), hanya satu anggota yang memilih untuk memangkas nilai tersebut.

Kebijakan QE bank sentral Inggris ini sedikit berbeda dengan The Fed. Nilai QE BoE sudah ditetapkan nilainya sejak awal, sementara The Fed bersifat open-ended. Secara sederhana kebijakan QE open-ended nilainya tak terhingga, selama diperlukan akan terus dilakukan. The Fed saat ini melakukan QE dengan nilai US$ 120 miliar per bulan.

Oleh karena itu, BoE tidak melakukan tapering atau pengurangan nilai QE per bulan seperti yang akan dilakukan The Fed.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Pertumbuhan Ekonomi Inggris 2021 Diproyeksikan 7,5%