Banyak Bocor, Wacana Subsidi Tertutup LPG 3 Kg Gak Jadi-Jadi

Jakarta, CNBC Indonesia kepala Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali mengusulkan mutasi skema pemberian subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) buyung 3 kg menjadi tertutup mulai 2022.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengungkapkan pemerintah berencana menukar skema pemberian LPG buyung 3 kg ini menjadi pemberian perlindungan sosial tepat kepada orang yang berhak. Dengan demikian, subsidi gaya ini ditargetkan menjadi pas sasaran.

“Secara garis besar, adalah transformasi subsidi berbasis orang. LPG misalnya, diarahkan ke perlindungan sosial. Harapannya, ini bisa kita lakukan 2022, ” ujar Febrio dalam Kerap Kerja dengan Badan Taksiran (Banggar) DPR RI, Rabu (7/4/2021).


Dia mengakui, rencana mutasi skema subsidi LPG 3 kg ini tak rontok dari penerima subsidi yang tidak tepat sasaran. Tempat mengatakan, 36% total subsidi itu dinikmati 40% masyarakat termiskin. Sementara 40% awak terkaya menikmati subsidi bertambah besar, yakni 39, 5% dari total subsidi.

“Itu yang nggak adil, ” imbuhnya.

Wacana subsidi tertutup LPG 3 kg tersebut bukan lah usulan perdana. Bahkan, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), rencana pembagian tertutup ini sudah diusulkan sejak 2009 lalu, perut tahun setelah program transformasi minyak tanah ke LPG ini berjalan.

Direktur Jenderal Minyak serta Gas Bumi Kementerian ESDM yang saat itu dijabat oleh Evita H. Legowo mengatakan bahwa distribusi tertutup untuk LPG 3 kg ini merupakan bagian dibanding tata niaga LPG dengan telah selesai dibahas dengan para pemangku kepentingan.

Hal itu diungkapkannya saat Rapat Dengar Teori dengan Komisi VII DPR RI saat membahas sangkaan makro sektor ESDM RAPBN 2010, pada Juni 2009 lalu, mengutip dari posisi resmi Ditjen Migas Departemen ESDM.

Semacam diketahui, program konversi minyak tanah ke LPG mulai dijalankan pemerintah sejak 2007 lalu untuk mengurangi sumbangan minyak tanah yang kian membengkak saat itu.

Cerai-berai pada tahu lalu, Kementerian ESDM juga kembali menuturkan usulan skema subsidi LPG 3 kg berubah menjelma skema pemberian subsidi langsung kepada masyarakat yang mempunyai.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Dunia Kementerian ESDM yang dijabat oleh Djoko Siswanto zaman itu menuturkan setelah pemerintah mengubah skema subsidi menjadi pemberian subsidi langsung, oleh karena itu harga gas akan disesuaikan dengan harga pasar.

“LPG ini tantangan kita di 2020, dengan prinsip sektor terkait setuju LPG 3 kilogram secara tertutup hanya untuk kelompok yang berhak. Ini persiapan subsidi langsung pada umum, mudah-mudahan tahun ini rata-rata tahun bisa diterapkan, ” kata Djoko, Selasa (14/01/2020).

Berdasarkan Nota Keuangan dan RAPBN 2021 juga disebutkan bahwa pada arah kebijakan subsidi BBM dan LPG tabung 3 kg, pemerintah akan melaksanakan transformasi kebijakan subsidi berbasis komoditas menjadi berbasis target penerima melalui integrasi secara bantuan sosial secara berantara melalui kebijakan pengendalian volume dan penyesuaian harga.

Meski demikian, pengoperasian transformasi tersebut akan dilakukan secara berhati-hati dan mempertimbangkan waktu yang tepat cocok dengan kesiapan data & infrastruktur serta perkembangan perekonomian pasca pandemi Covid-19.

Subsidi BBM & LPG tabung 3 kg pada tahun ini direncanakan sebesar Rp 54, 48 triliun, di mana bagian subsidi LPG 3 kg mencapai Rp 37, 85 triliun.

Sumbangan LPG tabung 3 kg pada 2021 ini memakai asumsi volume tabung LPG 3 kg sebanyak tujuh juta metrik ton. Bersandarkan data Kementerian ESDM, volume LPG 3 kg tarikh ini diperkirakan mencapai enam, 89 juta metrik ton.

[Gambas:Video CNBC]
(wia)