BPOM AS Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Pfizer-BioNTech

BPOM AS Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Pfizer-BioNTech

Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Pengawas Obat serta Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) resmi memberikan persetujuan darurat untuk vaksin virus corona yang dikembangkan oleh Pfizer & BioNTech. Ini akan menjadi obat pertama untuk mencegah Covid-19 yang disetujui di AS.

“Otorisasi FDA untuk penggunaan perlu vaksin Covid-19 pertama merupakan tonggak penting dalam memerangi pandemi ramai yang telah memengaruhi begitu banyak keluarga di Amerika Serikat serta di seluruh dunia, ” prawacana komisaris FDA Stephen Hahn dalam sebuah pernyataan pada Jumat (11/12/2020) malam, dikutip dari Guardian.

Persetujuan tersebut menandai bintik balik AS dalam menghadapi pandemi yang telah merenggut lebih sebab 294. 000 nyawa orang Amerika. AS mengikuti negara lain, tercatat Inggris, Kanada, dan Meksiko, yang juga telah mengesahkan vaksin Pfizer-BioNTech untuk penggunaan publik yang bertambah luas.

Menjepret: logo Pfizer. AP/Olivier Matthys

“Meskipun bukan persetujuan FDA, otorisasi penggunaan darurat vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 hari ini menjanjikan untuk mengubah jalannya pandemi ini dalam Amerika Serikat, ” kata Peter Marks, direktur Pusat Evaluasi Biologi FDA dan Riset, dalam sebuah pernyataan.

“Dengan ilmu yang memandu pengambilan keputusan saya, data keamanan dan keefektifan yang tersedia mendukung otorisasi vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 karena manfaat vaksin & potensialnya jelas lebih besar daripada risikonya yang diketahui dan potensialnya. ”

Dalam sebuah video yang diposting ke Twitter pada Jumat malam, Donald Trump memuji vaksin tersebut sebagai “salah satu pencapaian ilmiah terbesar di sejarah”, dan mengatakan bahwa jumlah pertama akan diberikan dalam periode kurang dari 24 jam.

FDA mengesahkan vaksin, dengan disebut BNT162b2, setelah percobaan dengan melibatkan lebih dari 43. 000 orang menemukan bahwa vaksin itu 95% efektif mencegah virus corona.

Vaksin ini menggunakan teknologi messenger RNA yang inovatif untuk memperkenalkan tubuh pada protein lonjakan di permukaan virus corona. Hasil uji coba dipublikasikan pada New England Journal of Medicine pada Kamis (10/12/2020).

Namun keputusan FDA untuk meluluskan vaksin pada Jumat malam peluang akan menimbulkan kekhawatiran dari para ahli, yang mengatakan badan itu harus menyeimbangkan kecepatan yang dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa terhadap apresiasi publik bahwa persetujuan vaksin itu terlihat terburu-buru.

Halaman Selanjutnya > > Imbas Trump