Bukan Naik, Porsi Energi Terbarukan RI Malah Turun, Kok Bisa?

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah memiliki target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025 mendatang. Hingga akhir 2020, bauran EBT baru mencapai sebesar 11,2%.

Namun, hingga pertengahan tahun ini, bauran energi baru terbarukan bukannya meningkat, malah justru menurun. Padahal, tahun ini bauran energi baru terbarukan RI ditargetkan naik menjadi 14,5%.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana.


Dadan mengatakan, capaian bauran energi saat ini turun akibat beberapa proyek EBT yang mengalami keterlambatan. Selain itu, menurutnya pemanfaatan sektor energi juga masih banyak didorong dari energi fosil.

“Akhir perhitungan kami di pertengahan tahun angkanya bukan naik, tapi turun, turunnya karena ada proyek EBT kena delay dan pemanfaatan energi banyak tumbuh didorong dari sisi fosil,” paparnya dalam webinar IESR, Kamis (19/08/2021).

Meski secara persentase bauran turun, namun menurutnya secara volume EBT mengalami kenaikan. Sampai pertengahan tahun 2021 ini, kapasitas pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan sudah bertambah 217 Mega Watt (MW) yang sifatnya masuk ke dalam sistem jaringan (on grid) PLN.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, kapasitas pembangkit listrik berbasis EBT hingga 2020 mencapai 10.467 MW, lalu pada 2021 ini ditargetkan meningkat menjadi 12.009 MW.

“Ini capaian bagus, untuk mencapai 23%, kerja 4-5x dari sekarang, sehingga bisa declare di tahun 2025 target 23% bisa tercapai,” ujarnya.

Lebih lanjut Dadan menyampaikan, bahwa saat ini sudah masuk pada tahap EBT adalah sebuah keniscayaan. Namun demikian, di saat yang bersamaan harus dilihat secara realitas di dalam negeri saat ini seperti apa.

“Benar bahwa Vietnam begitu maju dari sisi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), kita juga merencanakan ingin seperti itu dalam waktu singkat. Di sisi lain misalnya negara tetangga Malaysia sekarang PLTS Atap mirip dengan yang Kementerian ESDM sedang susun prinsip 1:1,” paparnya.

Sumber EBT terbesar yang dimiliki Indonesia adalah energi surya dengan total potensi mencapai 207,8 Giga Watt (GW), namun pemanfaatannya baru 0,1% saja. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pemanfaatan PLTS, salah satunya melalui PLTS Atap.

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Direktorat Jenderal EBTKE Chrisnawan Anditya menyebut PLTS Atap diusulkan akan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Sebagai informasi, PLTS Atap sedang kami usulkan untuk masuk menjadi program prioritas nasional,” paparnya dalam Bincang-Bincang Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) bertema “2050 Indonesia RE100 Mungkinkah?” pada Jumat (23/07/2021).

[Gambas:Video CNBC]
(wia)