BUMI dkk Tak Lagi Datar, 24 Saham Gocap Bangun dari Tidur!

BUMI dkk Tak Lagi Datar, 24 Saham Gocap Bangun dari Tidur!

Jakarta, CNBC Indonesia –  Akhir-akhir ini, seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan melesat tinggi banyak saham-saham yang sudah ‘tidur’ lama di level terendah yang diizinkan oleh regulator berhasil bangkit.

Saham-saham yang biasanya dijuluki saham gocap karena harga terendah dengan diijinkan oleh Bursa Efek Nusantara (BEI) adalah Rp 50/unit ini berhasil melesat bahkan hingga puluhan persen.,

Terbaru, data perdagangan mencatat, Kamis  kemarin (26/11/20) terpantau lima saham gocap jadi menggeliat dari level Rp 50/unit. Adalah PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) yang terafiliasi secara keluarga Bakrie yang berhasil melaju 22% bangun dari level gocap.


Ada pula emiten pada sektor transportasi PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) yang tiba-tiba terangkat 4% ke level Rp 52/unit setelah tertidur kurang lebih 1, 5 tahun.

Selanjutnya tampak pula emiten yang properti PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) yang sudah tertidur sejak depan tahun akhirnya memunculkan tanda-tanda kehidupan dengan kenaikan sebesar 4% ke level Rp 52/unit.

Terakhir terdapat emiten media PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) dan emiten pertambangan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) yang meskipun sempat bangkit daripada level gocap namun harus kembali ditutup di level tersebut meski kala ini level Rp 50/unit berada di sisi bid.

Sentimen positif bagi saham-saham gocap itu sehingga mampu bangkit sendiri berbeda-beda, bahkan tidak menampik kemungkinan bahwa ada market maker yang menggerakan harganya.

Beserta Tim Riset CNBC Indonesia mengkompilasi saham-saham gocap yang baru saja hidup.

Kenaikan tertinggi sejak mentok di level gocap   dibukukan oleh PT PP Properti Tbk (PPRO) yang sudah berhasil melesat 96% atau hampir 2 kali lipat.

PPRO mengikuti emiten properti lainnya seperti PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP), PT Repower Asia Tbk (REAL), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan lainnya berhasil diuntungkan dibanding sentimen pemangkasan suku bunga contoh Bank Indonesia ke level terendah sepanjang masanya 3, 75%.

Dengan dipangkasnya suku bunga, maka ke depanya suku bunga KPR akan diturunkan dan menjadi sentimen positif daerah properti.

Selanjutnya di posisi kedua terdapat saham sejuta umat PT Dunia Resources Tbk (BUMI) yang telah melesat 52% sejak tertidur pada level Rp 50/unit.

Bagian pertambangan batu bara seperti DUNIA diuntungkan oleh sentimen melesatnya harga batu bara mendekati level US$ 70/ton dan menjadi level tertingginya selama 7 bulan terakhir.

Selain tersebut juga muncul emiten-emiten finansial dengan terdampak positif aturan modal kecil perbankan dari OJK yang hendak ditingkatkan menjadi Rp 3 triliun secara bertahap.

Terpantau saham-saham perbankan seolah-olah PT Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS), PT Bank MNC Global Tbk (BABP), PT Bank Ganesha Tbk (BGTG), dan PT MNC Investama Tbk (BHIT) berhasil hidup karena dikabarkan akan disuntikkan derma.

Untuk saham yang berhasil bangkit setelah tidur panjang terlama adalah PT Astrindo Nusantara Infrastructure Tbk (BIPI) yang kembali bergeliat setelah terbaring sejak Oktober 2018 atau sekitar 2 tahun 1 bulan.

Meskipun secara kasat mata saham-saham gocap   tampak menarik karena menawarkan return yang sangat tinggi mencapai hampir 100% makin bisa lebih jika investor menyelenggarakan pembelian di pasar negosiasi secara harga di bawah Rp 50/unit, saham-saham ini tergolong memiliki resiko yang besar.

Di tengah potensi keuntungan yang jumbo ini tentunya ada pula potensi kerugian yang besar pula. Hal ini terjadi sebab ketika membeli saham gocap ada jalan bahwa saham tersebut tetap tidur lama dan tidak kunjung terangkat harganya sehingga uang yang kamu investasikan ‘tersangkut’.

Selain itu ada juga potensi kerugian akibat delisting dari BEI. Apabila saham sudah diam pada level gocap selama 2 tahun ataupun sudah tidak beroperasi lagi, maka BEI akan mempertimbangkan untung menghapus pencatatan saham tersebut.

Ketika suatu emiten terkena delisting maka saham anda yang sebelumnya berbentuk elektronik bisa dikonversikan ke dalam bentuk warkat.

Singkatnya kala kondisi ini terjadi, besar prospek Anda bisa dikatakan rugi. Memang perusahaan tersebut masih ada prospek re-listing apabila masih beroperasi akan namun kemungkinan ini tentunya sangat-sangat kecil sekali.

Hal inilah yang menyebabkan saham-saham gocap tidak cocok dibeli oleh para investor yang memiliki tingkat penerimaan resiko yang rendah, saham gocap lebih cocok dikoleksi oleh investor dengan memiliki toleransi ri siko yang tinggi yang siap memetik untung ratusan persen.

AWAK RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(trp/trp)