China Didesak, Penyelidikan Asal Corona akan Dimulai Lagi!

Jakarta, CNBC  Indonesia –  Pengkajian asal muasal virus corona yang menyebabkan Covid-19 hendak memasuki babak baru. Rencananya bakal ada penyelidikan tahap kedua, setelah sebelumnya para peneliti WHO gagal membalas asal muasal virus tersebut meski udah investigas ke Wuhan, China.

Pada hari terakhir, dalam forum G7 Cornwall, Inggris, Minggu (13/6) dalam satu diantara pernyataan akhir pertemuan G7 yaitu mendesak China buat bekerja sama dengan WHO untuk penyelidikan fase ke-2 yang transparan soal pangkal dari virus corona di China yang menyebabkan pandemi  global.

G7 adalah organisasi tujuh negeri terbesar di dunia yang disebut memiliki ekonomi maju yaitu Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, serta Amerika Serikat. Pertemuan G7 di Cornwall, Inggris bakal yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu hari tersebut.


“Kami… menyerukan studi asal muasal virus corona tahap kedua yang diadakan oleh WHO tepat zaman, transparan, dipimpin oleh para ahli, dan berbasis ilmu termasuk, seperti yang direkomendasikan oleh laporan para terampil, di China, ”  nyata pernyataan terakhir forum G7 dikutip dari AFP.

Sebelumnya Wuhan diperkirakan bukan menjadi tempat asal pokok Covid-19. Sebab diduga virus itu berasal dari sebuah tambang di Mojiang, barat daya China atau kira-kira 1500 kilometer dari Wuhan.

Dikabarkan kalau terdapat enam pekerja pada tambang yang berada dalam Provinsi Yunnan sakit di dalam 2012. Pakar penyakit menular AS, Dr, Anthony Fauci mendesak China untuk merilis informasi mengenai hal tersebut.

Pekerja dengan sakit berusia antara 30 hingga 63 tahun. Di dalam April 2012 sedang membersihkan kotoran kelelawar dari lapisan tembaga.

Ternyata beberapa minggu kemudian, keenamnya dirawat di rumah rendah di ibukota Provinsi Kunming. Gejalanya mengalami batuk langsung menerus, demam, nyeri besar dan dada, serta pengganggu bernapas.

Daripada enam yang sakit tersebut, tiga diantaranya akhirnya meninggal. Kejadian itu berselang kurang tahun saat akhirnya ditemukan kasus Covid-19 pertama dalam Wuhan.

Rincian informasi soal enam praktisi itu memang belum dirilis. Namun nama keluarga, piawai dan catatan medis mereka dirilis dalam sebuah postulat tahun 2013 ditulis sebab seorang mahasiswa pascasarjana Universitas Kedokteran Kunming, Li Xu.

Studi tersebut memeriksa gejala setiap anak obat. Disimpulkan jika mereka merupakan korban virus corona mirip SARS yang tertular dibanding kelelawar tapal kuda.

Pada akhir 2012, para ilmuwan juga telah kembali ke tambang. Itu menemukan sampel patogen & kemudian dikenal sebagai virus Mojiang, ditemukan pada zirnikh dan tidak terkait SARS-CoV-2.

Penelitian berikutnya tidak bisa memastikan apakah itu menyebabkan penyakit para-para penambang.

Sejak pertengahan tahun lalu, tesis pascasarjana Li Xu diedarkan secara online. Ini menjadi bukti bahwa Corona yang mirip dengan SARS-CoV-2 mengfineksi manusia pada awal 2012.

Sejumlah orang juga percaya, makalah tersebut memberikan bukti tidak langsung pada tuduhan lebih luas mengenai WIV atau Wuhan Institute of Virology. Institusi itu dikatakan telah melaksanakan penelitian dan eksperimen makna fungsi pada virus terlihat di tambang termasuk perkara RatG13.

Identifikasi pertama kali pada 2016, RatG13 berbagai 96, 2% genom dengan SARS-CoV-2. Informasi tersebut berasal dari suatu makalah yang dirilis peneliti bernama Shi Zhengli serta timnya pada awal Februari 2020 atau hanya kurang minggu setelah ada identifikasi di Wuhan.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)