Corona Masih Menggila, Bogor Hingga Tuban Terapkan Jam Malam

Corona Masih Menggila, Bogor Hingga Tuban Terapkan Jam Malam

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah kabupaten/kota di sejumlah daerah di tanah air mulai melakukan pembatasan aktivitas masyarakat pada malam hari. Langkah itu bertujuan untuk menekan penyebaran virus corona baru penyebab Covid-19.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejauh ini sudah ada sejumlah pemerintah kabupaten/kota yang memberlakukan jam malam. Daerah-daerah itu antara lain Pemerintah Kota Bogor (Jawa Barat), Pemerintah Kota Depok (Jawa Barat), dan Pemerintah Kabupaten Tuban (Jawa Timur).

Berikut adalah penjelasannya:

Pemkot Bogor
Pemkot Bogor mulai memberlakukan jam malam sejak Sabtu (29/8/2020). Pemberlakuan itu seiring status Kota Bogor yang masuk ke zona merah.

“Pertama kasus positif Covid-19 di kota Bogor dalam dua minggu terakhir menunjukkan lonjakan yang cukup tajam. Ini disebabkan mitigasi infeksi, tracing atau testing kita yang masif dan masuk dalam zona merah,” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya di Balai Kota Bogor dikutip Sabtu (29/8/2020).


Bima Arya juga mengatakan Pemkot Bogor akan memperpanjang masa PSBB pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) mikro atau pembatasan sosial mulai dari tingkat RT/RW.

PSBB pra AKB mikro tersebut akan dimulai hari ini, Sabtu (29/8/2020), selama 14 hari ke depan. Dalam PSBB itu, ada pembatasan aktivitas warga dimana batas operasional usaha hingga pukul 18.00 dan pembatasan aktivitas warga hingga pukul 21.00.


Adapun pembatasan aktivitas itu dinilai urgen karena saat ini warga Kota Bogor masih banyak yang tidak disiplin dalam menjalani protokol kesehatan. Setidaknya, dalam dua pekan terakhir lebih dari 10 orang terkonfirmasi positif.

Tekait sanksi, Pemkot Bogor akan memberlakukan peraturan untuk menerapkan denda bagi pelanggar protokol kesehatan. Tindakan tegas bagi unit usaha yang melanggar protokol kesehatan seperti tamu yang melebihi kapasitas dan tidak menjaga jarak.

Kemudian pemberlakuan pembatasan aktivitas di RW dengan zona merah serta peningkatan pengawasan protokol kesehatan wilayah bersama unsur TNI-Polri, warga dan komunitas untuk aktif deteksi kasus positif.

Bima Arya pun menegaskan, warga bisa menyampaikan semua aduan tentang kasus Covid-19 atau pelanggaran protokol kesehatan ke aplikasi SiBadra yang bisa diunduh di Googleplay dan Appstore.