Dermaga IV Merak dan Bakauheni Rp 379 M Diresmikan, Trip Terangkat?

Dermaga IV Merak dan Bakauheni Rp 379 M Diresmikan, Trip Terangkat?

Jakarta, CNBC Indonesia –  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meresmikan sandaran IV Merak dan Bakauheni milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Dermaga baru tersebut senilai Rp 379 miliar, sebagai penunjang lintas antara Pulau Jawa dan Sumatera.

Direktur Jenderal Relasi Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, menjelaskan pembangunan dermaga IV Merak dan Bakauheni merupakan peningkatan dibanding dermaga yang sudah ada sebelumnya. Dengan peningkatan yang telah dilakukan, kini dermaga IV dapat melayani kapal-kapal penyeberangan dengan kapasitas enam. 000-10. 000 GRT.

“Kesiapan dermaga IV untuk jalan merupakan solusi agar kegiatan mobilisasi barang maupun manusia antara Pulau Jawa dan Sumatera berjalan mampu, ” ujarnya di sela peresmian dermaga IV Merak dan Bakauheni, pada Senin (12/10/20).

Budi juga menyoroti bahwa pangkalan memiliki peran vital dalam perekonomian nasional dan daerah, yakni untuk menjamin kelancaran, keamanan, ketertiban dan keselamatan berlayar, maka pemeliharaan fasilitas pelabuhan mutlak dilaksanakan.

“Hal ini juga harus menjelma perhatian ASDP selaku operator pangkalan bahwa pemeriksaan fasilitas pelabuhan dengan rutin merupakan tools untuk bisa melaksanakan langkah tindak lanjut di melaksanakan pemeliharaan berkala. Dengan bagian ini diharapkan tidak akan berlaku kerusakan yang bersifat mayor & gagal fungsi pada fasilitas pangkalan, ” kata Budi.

Ia melanjutkan, selain terjaminnya keselamatan pelayaran tantangan, para pihak adalah peningkatan pelayanan kepada pengguna kebaikan terkait dengan kepastian waktu & pemenuhan standar pelayanan minimal.

“Dengan bertambahnya dermaga bakal bertambah pula frekuensi keberangkatan maupun kedatangan kapal setiap harinya. Kita ketahui, terdapat keterbatasan alur keluar/masuk khususnya di Pelabuhan Penyeberangan Merak. Kondisi ini harus diantisipasi dengan pola operasi dan pengaturan rancangan yang optimal serta peningkatan kemampuan angkutan penyeberangan, ” ujar Watak.

Foto: Peresmian Dermaga IV Merak dan Bakauheni (Dok ASDP Indoneia Ferry)

Direktur Sempurna PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, dalam menunjang konsep Poros Maritim dan menutup tuntutan kebutuhan angkutan penyeberangan yang andal dan memadai, maka ASDP melakukan revitalisasi dan peningkatan kapasitas dermaga Moveable Bridge (MB) dermaga IV Merak-Bakauheni, yang diharapkan hendak meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan pada lintasan tersibuk ini.

“Alhamdullilah, pembangunan dermaga IV Merak dan Bakauheni telah rampung pas waktu dalam satu tahun, yang diharapkan akan meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan di lintasan tersibuk itu. Dalam waktu dekat, dermaga itu dapat mendukung operasional layanan Pikulan Natal dan Tahun Baru mendatang, ” tutur Ira.

Proyek dermaga IV Merak-Bakauheni senilai Rp 379 miliar ini dibangun oleh kontraktor PT PP (Persero) Tbk. Dermaga IV Merak secara tipe Breasting Dolphin, memiliki panjang 120 meter dengan pola andalan buritan mampu disandari kapal ukuran 6000-10. 000 GRT. Untuk dermaga Bakauheni, dengan tipe Quay Wall, panjang 150 meter dengan corak sandar haluan juga mampu disandari kapal ukuran 6000-10. 000 GRT.

“Keberadaan dermaga IV di Merak dan Bakauheni dengan asumsi masing-masing dapat disandari oleh lima kapal, akan menambah kapasitas minimal 4 trip kapal per 24 jam atau 20 trip per dermaga dari satu bagian. Sehingga kini total kapasitas trip di pelabuhan menjadi rata-rata suntuk 140 trip dari total 7 dermaga yang beroperasi per 24 jam, ” tutur Ira menjelaskan.

Ia menambahkan, Pangkalan Merak dan Bakauheni menjadi lupa satu prasarana vital dan penting dalam roda perekonomian di Tanah Air karena menghubungkan dua pulau besar yang menjadi pusat perekonomian di Indonesia. Penyeberangan Merak-Bakauheni menjadi lintasan tersibuk yang dikelola ASDP dengan total sekitar 60 pesawat yang stand by beroperasi dalam lintasan ini.



[Gambas:Video CNBC]
(miq/miq)