Di Berpaling ke Obligasi GANDAR, Bursa Saham RI Mengikuti Tertekan

Jakarta, CNBC Indonesia – Sentimen kenaikan imbal hasil obligasi negeri Amerika Serikat masih menjelma kekhawatiran investor terutama pada negara-negara berkembang. Pagi tersebut, bursa saham domestik dibuka dari zona merah karena mendapat tekanan dari hati yang sama.

Indeks Harga Saham Gabungan saat pre opening, di aktif Drop 0, 03% ke level 6. 346, 01. Pada pukul 09. 07 WIB, koreksi IHSG  bertambag  0, 34% ke golongan 6. 326, 47.

Pengamat pasar saham PT MNC Asset Management, Edwin Sebayang menuturkan, zaman ini bahaya sedang mengintai dari naiknya yield obligasi AS. Bukan hanya menjadikan bursa saham terkoreksi, kurs Rupiah juga akan terjela lemas jika yield obligasi AS tenor 10 tarikh naik mencapai sedikitnya dua. 4% atau lebih.


Di sisi lain, dampak pernyataan Chairman The Fed Jerome Powell bahwa “nflasi diperkirakan akan meningkat tarikh ini hingga menyentuh 2. 4%, mendorong yield obligasi AS tenor 10 terbang tajam 5, 42% menjelma di atas level satu. 73%, menjadikannya level yield tertinggi selama 54 minggu terakhir yang pada gilirannya menarik turun indeks pada Wall Street. Indeks Nasdaq terjun bebas sebesar 4, 09%, indeks Dow Jones turun 1, 73%.

Lebih lanjut, sekapur Edwinm jika dikombinasikan dengan kejatuhan indeks EIDO sejumlah 1, 17% serta kemunduran tajam harga komoditas berpotensi mendorong IHSG turun menilai level support 6. 300 dalam perdagangan Jumat itu.

“IHSG diperkirakan akan bergerak pada mengencangkan 6. 280 – enam. 373, ” tulis Edwin Sebayang, Jumat (19/3/2021).

Sementara itu, BNI Sekuritas mencermati, IHSG membuktikan momentum weak bullish, dibantu Stochastic netral, candle bullish one white soldier, MACD netral. Fase Akumulasi & Trend bullish selama pada atas 6. 151 gap, trend Volume menurun, penutupan di atas 6. 307 (5 Day MA).

Jika closed di bawah 6. 151, IHSG berpeluang menuju target 6. 090/6. 018/5 954. Jika di tutup di untuk 6. 151 gap berpeluang menuju 6. 314 DONE/6. 398/6. 504.

[Gambas:Video CNBC]
(hps/hps)