Dikeroyok Sentimen Negatif, Harga Minyak Mentah Ambruk!

Jakarta, CNBC Indonesia –Sepekan terakhir, harga minyak mentah dunia ambruk parah karena berbagai sentimen negatif yang muncul bagi Emas Hitam pekan ini.

Harga kontrak berjangka komoditas minyak mentah Brent ambrol 7,37% dalam sepekan ke level US$ 70,70/barel, sedangkan kontrak WTI terpaksa tumbang 7,66% ke level US$ 68,28/barel.

Kekhawatiran terhadap penurunan permintaan menjadi pemberat langkah si emas hitam. Data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan China mengecewakan.


Di AS,Institute of Supply Management(ISM) melaporkan aktivitas manufaktur yang diukur denganPurchasing Managers’ Index(PMI) berada di 59,5 pada Juli 2021. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 60,9.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Kalau di atas 50, artinya dunia usaha sedang dalam fase ekspansi.

Memang benar PMI manufaktur AS masih di atas 50, bahkan lumayan jauh di atas 50. Ini menunjukkan industriawan Negeri Adikuasa masih melakukan ekspansi. Namun laju ekspansi itu melambat dibandingkan Juni 2021. Bahkan PMI manufaktur AS turun dalam dua bulan beruntun.

Sementara di China, Caixin melaporkan PMI manufaktur Negeri Panda pada Juli 2021 berada di 50,3. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 51,3 sekaligus menjadi yang terendah sejak April tahun lalu.

Selain itu, tingginya pasokan juga membuat harga tertekan. Survei Reuters menunjukkan produksi minyak di negara-negara OPEC pada Juli 2021 alah 26,72 juta barel/hari. Bertambah 610.000 barel/hari dibandingkan sebulan sebelumnya.

Arab Saudi menjadi negara dengan kenaikan produksi tertinggi, mencapai 460.000 barel/hari. Disusul oleh Uni Emirat Arab dengan tambahan 40.000 barel/hari. Sementara Kuwait dan Nigeria menambah masing-masing 30.000 barel/hari, serta Irak naik 20.000 barel/hari.

Penurunan permintaan dan peningkatan pasokan adalah ‘badai’ yang sempurna. Tekanan di dua sisi sekaligus seperti ini pasti membuat harga apapun, termasuk minyak, jadi turun.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(trp/trp)