Dipicu Soal Kapal Migran, Turki dan Yunani Memanas!

Jakarta, CNBC Indonesia – Yunani menuduh Turki berusaha memprovokasi menggunakan kapal dengan membawa migran ke segara tersebut. Klaim Yunani ditolak keras oleh Ankara.

Yunani dan Turki tidak sepakat pada berbagai masalah termasuk sumber energi di Mediterania, dan ketegangan antara sekutu NATO yang meningkat tahun lalu masa ribuan pencari suaka di Turki mencoba menyerbu  tapal batas darat Yunani.

Menteri Migrasi Notis Mitarachi mengatakan bahwa penjaga miring Yunani telah melaporkan berbagai insiden termasuk angkatan laut Turki terkait kapal migran ke perbatasan Eropa.


“Tidak diragukan lagi bahwa para migran ini meninggalkan pantai Turki dan mengingat fakta bahwa mereka didukung oleh Turki, tidak berisiko, ” logat Mitarachi dalam pernyataannya, dilansir Reuters, Sabtu (3/4/2021).

“Kami meminta Turki untuk mundur dan menghentikan provokasi yang tiak beralasan ini, ”

Wakil Menteri Dalam Daerah Turki Ismail Catakli merespons pernyataan Mitarachi di Twitter menyebut bahwa Yunani sudah berbohong dan memutar balikkan fakta.

Catakli menuduh Yunani telah mengusir 231 migran dalam tujuh insiden yang terjadi. Turki, kata tempat yang telah menyelamatkan itu.

“Itu ialah kejahatan terhadap kemanusiaan untuk memfitnah penjaga pantai Turki, menyelamatkan orang-orang yang kau tinggalkan sampai mati, ” tulis Catakli.

Sebagai informasi, hampir mulia juta pencari suaka dengan kebanyakan warga Suriah, Irak, Afghanistan menyeberang ke Yunani dari Turki dengan perahu pada 2015 di awal krisis migrasi Eropa.

Satu tahun kemudian, Uni Eropa membuat kesepakatan dengan Ankara untuk menegah arus dan jumlahnya turun secara dramatis.

[Gambas:Video CNBC]
(mij/mij)