GANDAR Siap Konfrontasi dengan China, Ada Apa Lagi?

Jakarta, CNBC Indonesia kacau Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Antony Blinken mengatakan Negeri Pakcik Sam siap ‘berkonfrontasi’ dengan China dimanapun saat diperlukan. Dalam sebuah pidato akbar di Kementerian Luar Daerah AS, ia menyebut pihaknya akan sangat kompetitif secara China, meski tetap menyegerakan diplomasi dibanding aksi tentara.

Menurutnya hubungan AS-China adalah “ujian geopolitik terbesar” abad ini. Dia mengatakan China adalah satu-satunya negara dengan kekuatan ekonomi, diplomatik, militer dan teknologi yang secara serius menantang sistem internasional yang masa ini diterapkan.


“Kami akan mengelola ujian geopolitik terbesar abad ke-21: ikatan kami dengan China, ” kata Blinken di Bagian Luar Negeri pada dikutip dari AFP Jumat (5/3/2021).

“Hubungan kami dengan China akan kompetitif pada saat yang seharusnya, kolaboratif ketika bisa dan bermusuhan ketika harus. ”

Pernyataan Blinken muncul pada tengah hubungan yang bergolak antara AS dan China akibat kebijakan pemerintahan Donald Trump terdahulu. Di mana mantan Menlu Mike Pompeo memicu kemarahan China secara menghukumnya atas pandemi serta praktik perdagangan.

Blinken mengatakan pada dasarnya ia tidak setuju secara Trump tentang China. Namun ia percaya AS bisa lebih efektif, melalui berfungsi dengan sekutu dan, pada kasus-kasus sempit, menemukan keserupaan.

“Persaingan penting tidak seharusnya menghalangi kerja sama dengan China jika itu adalah kepentingan nasional kami untuk melakukannya, ” tegasnya.

Arahan Keamanan Nasional Sementara GANDAR menunjuk keinginan kerja sama dengan China. Ada kaum bidang mulai dari perubahan iklim, kesehatan global, pengoperasian senjata, dan nonproliferasi.

Meski demikian, masukan itu menekankan bagaimana China terlalu sering “berperilaku bernafsu dan memaksa”. Panduan itu menyebut AS akan memposisikan diri secara diplomasi & militer, untuk mempertahankan sekutunya.

Pemerintahan Biden juga berjanji untuk menegakkan dukungan AS untuk Taiwan. Taiwan selama ini memproklamasikan diri sebagai negara demokrasi meski China mencapnya sedang bagian dari negara itu.  

Ketegangan di Taiwan dikhawatirkan mau berpengaruh ke konflik senjata. Beberapa pekan ini China dan AS serta Taiwan sering “unjuk gigi” tentara di Selat Taiwan & Laut China Selatan (LCS).

[Gambas:Video CNBC]
(sef/sef)