Harga Moge Harley Diobral di RI, Terkuak Omzet Aslinya di AS!

Jakarta, CNBC Indonesia – Motor gede (moge) merek Harley-Davidson buatan pabrikan Harley-Davidson Inc. yang berdiri sejak tahun 1903 di Amerika Serikat (AS) lagi ramai diperbincangkan di Tanah Air. Bukan karena tren diborong para orang kaya, melainkan tren penjualan ‘obral’ moge ini di harga murah.

Lantas bila moge ini memang banyak dilego di harga murah di Indonesia lantaran pandemi Covid-19, bagaimana sebetulnya kinerja bisnis perusahaan induknya di AS?

Harley adalah pabrikan sepeda motor AS yang bermarkas di Milwaukee, Wisconsin. Perusahaan ini ialah salah satu dari 3 perusahaan pabrikan motor AS yang masih tersisa. Dua lainnya Victory dan Cleveland & Cyclewerks.


Harley yang kini dipimpin CEO Jochen Zeitz sudah tercatat di papan perdagangan saham New York Stock Exchange (NYSE) alias Wall Street, bursa efek paling prestisius di dunia.

Tapi sahamnya yang berkode HOG masih bergerak minus 3,17% pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (Rabu pagi, 13/7), di level US$ 44,64/saham atau setara Rp 647.000/saham.

Bagaimana kinerjanya?

Jika ditelaah dari laporan keuangan, laba bersih Harley masih naik pada kuartal I-2021, melesat 200% menjadi US$ 259 juta atau sekitar Rp 3,7 triliun, dari kuartal II-2020 sebesar US$ 70 juta atau setara Rp 1 triliun.

Penjualan bersih juga naik menjadi US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp 20,6 triliun pada kuartal I-2021, naik 10% dari kuartal I-2020 sebesar US$ 1,3 miliar atau Rp 18,8 triliun.

Jadi, memang di kala penjualan Indonesia ‘seret’ karena para orang kaya mulai berhemat dan menghindari pembelian kendaraan mewah, bahkan menjualnya, tetapi dari perusahaan produsen moge itu sendiri masih mengalami penguatan. Kendati memang pasar Indonesia belum dominan bagi pasar global Harley.

Sementara dari laba operasional Harley meroket 200% menjadi US$ 346,2 juta atau sekitar Rp 5 triliun pada periode 31 Maret 2021, dari sebelumnya 31 Maret 2020 sebesar US$ 107,5 juta atau sekitar Rp 1,6 triliun.

Dari neraca, total aset di kuartal I-2021 naik 1,8% menjadi US$ 11,4 miliar atau setara dengan Rp 164 triliun, dari kuartal I-2020 sebesar US$ 11,1 miliar atau setara Rp 161 triliun.

Sedangkan dari total liabilitas turun 0,9% menjadi US$ 9,36 miliar atau setara Rp 135 triliun dari sebelumnya sebesar US$ 9,44 miliar (Rp 137 triliun).

Terakhir dari ekuitasnya, Harley mencatatkan kenaikan ekuitasnya 17% menjadi US$ 2 miliar (Rp 29,6 triliun) dari sebelumnya US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 24,4 triliun.

NEXT: Tren Obral Harley di RI