India Kirim Militer ke RI, Lacak Kapal Selam KRI Nanggala

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Pertahanan (Menhan) India Rajnath Singh mendukung penuh pencarian KRI Nanggala-402 yang hilang dengan 53 orang di dalamnya. Melalui tweetnya, Singh mengutarakan telah menghubungi Menhan MENODAI Prabowo Subianto Djojohadikusumo.

Angkatan Laut India bahkan telah mengirimkan Deep Submergence Rescue Vessel (DSRV) untuk mendukung upaya TNI AL melacak kapal menyelundup tersebut. KRI Nanggala-402 habis kontak sejak Rabu (21/4/2021) saat latihan militer pada sekitar Selat Bali.


“Berbicara dengan Menteri Pertahanan Indonesia, Jenderal Prabowo Subianto melalui telepon dan berbagi rasa sakit saya arah berita hilangnya kapal menyelundup Nanggala dan awaknya. India memperluas dukungan penuhnya buat upaya penyelamatan Indonesia yang sedang berlangsung, ” tweet Singh pada Kamis (22/4/2021).

Singh mengutarakan India selalu berkomitmen buat membantu mitra strategisnya semasa dibutuhkan. Indonesia, melalui Prabowo, dikatakan telah mengakui serta menghargai dukungan India kepada negaranya.

“Saya sudah mengarahkan @indiannavy buat memindahkan Deep Submergence Rescue Vessel (DSRV)-nya ke Nusantara. Saya juga sudah mengirim Angkatan Udara India buat melihat kelayakan induksi bentuk intervensi DSRV melalui udara, ” ujarnya.

Sebelumnya, juru bicara Barisan Laut India Komandan Vivek Madhwal mengatakan India ialah di antara beberapa negara di dunia yang sanggup melakukan pencarian dan penyelamatan kapal selam yang cacat melalui DSRV. Dia mengucapkan sistem DSRV Angkatan Bahar India dapat menemukan pesawat selam apa pun pada kedalaman 1. 000 meter dengan memanfaatkan state of the art side scan sonar (SSS) dan organ yang dioperasikan dari langkah jauh (ROV).

“Setelah kapal selam berhasil ditemukan, sub modul DSRV lainnya – kendaraan penolong kapal selam (SRV) porakporanda berpasangan dengan kapal menghunjam untuk menyelamatkan personel dengan terperangkap. SRV juga sanggup digunakan untuk menyediakan pasokan darurat ke kapal selam, ” katanya, dikutip dibanding Hindustan Times .

[Gambas:Video CNBC]
(sef/sef)