Ini 7 Senjata Sri Mulyani Atasi Dampak Mengerikan Covid-19

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pemerintah sudah menyiapkan skema kebijakan perlindungan sosial untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi covid-19.

Dalam paparan Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat, yang dilkukan Sabtu (17/7/2021), Menkeu menyebutkan tujuh program perlindungan sosial.

Tujuh program itu, yaitu: Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Diskon Listrik, Bansos Tunai, BLT Desa, Kartu Pra Kerja dan Subisidi Kuota Internet.


Untuk PKH, jelas Sri Mulyani, diberikan kepada 10 juta keluarga Indonesia. “Jika anggota keluarga rata-rata empat orang maka, diberikan kepada 40 juta orang,” kata Sri Mulyani, dalam Konpers Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat.

Komposisi dana yang diterima setiap keluarga berbeba, tergantung dair kondisi masing-masing keluarga. Jika ada yang hamil dan anak usia dini akan mendapatkan Rp 3 juta. Jika ada anak yang Sekolah Dasar (SD) medapatkan Rp 900.000, SMP sebesa Rp 1,5 juta dan SMA Rp 2 juta.

Selain itu, jika ada anggota keluarga yang mengalami disabilitas dan lanjut usia (lansia) akan mendapatkan Rp 2,4 juta. Program ini akan berlangsung selama 12 bulan.

“(Dana) Akan diberikan berbeda, tergantungan dengan komposisi kebutuhan keluarga,” jelas Menkeu.

Lalu untuk Kartu Sembako diberkan kepada 18,8 juta keluarga. Nilainya Rp 200.000/bulan, yang diberikan selama 12 bulan.

Diskon Listik diberikan kepada 32,6 juta rumah tangga. Diskon 100% dari periode Januari hingga Maret untuk listrik 450 VA. Lalu pada April hingga September diskon untuk golongan ini menjadi 50%.

Sementar untuk listrik dengan daya 900 VA, pada Januari-Maret diberikan diskon 50% dan pada April September sebesar 25%.

Evaluasi PPKM DaruratFoto: Dok Kemenkeu
Evaluasi PPKM Darurat

Sementara itu, untuk Bansos Tunai, pemerintah mengalokasikan untuk 10 juta anggota keluarga sebesar Rp 300.000 per bulan. Program ini di luar PKH dan Kartu Sembako, yang berlangsung selama enam bulan.

Untuk BLT Desa, Sri Mulyani memaparkan, diberikan kepada 8 juta keluarga dengan nilai Rp 300.000 per bulan. Penerima di luar penerima PKH, Kartu Sembako, Bansos Tunai dan Kartu Pra Kerja yang berlansung selama 12 bulan, dari Januari hingga Desember.

Lalu bantuan untuk kartu Pra Kerja, diberikan kepada 5,6 juta orang. Dalam bentuk pelatihan senilai Rp 1 juta dan insentif Rp 600.000 per bulan. Selain itu, pekerja yang ikut dalam surver ini juga mendapatkan Rp 50.000 sebanyak tiga kali.

Terakhir, untuk subsidi kuota internet diberikan kepada 38,1 juta penerima, untuk kelangsungan pendidikan. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diberikan kuota internet 20 GB, siswa SD hingga SMA sebanyak 35 GB, Mahasiswa sebanyak 50 GB dan Guru/Dosen 42 GB.

Setiap GB pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp 2.750. Bantuan ini diberikan dari Januari hingga Mei 2021.

[Gambas:Video CNBC]
(hps/hps)