Innova-Fortuner Cs Dapat Diskon Pajak, Kenapa Nggak Free Aja?

Jakarta, CNBC Indonesia awut-awutan Rencana negeri untuk memberikan insentif Retribusi Penjualan atas Barang Kaya (PPnBM) untuk mobil berkapasitas mesin hingga 2. 500 cc semakin matang. Namun insentif bukan berbentuk pembebasan, hanya diskon.

Mengutip keterangan tertulis Departemen Perindustrian, saat ini beban PPnBM untuk mobil satu. 501-2. 500 cc ialah 20% untuk yang berpenggerak 4×2 dan 40% untuk 4×4. Nantinya tarif ini akan diturunkan.

Usulan skema saat tersebut adalah PPnBM Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 50% buat tahap pertama dan 25% pada tahap kedua untuk mobil 4×2. Jadi di dalam tahap I tarifnya merupakan 10% dan tahap II ada di 15%.


Kemudian untuk 4×4, usulannya adalah PPnBM DTP 25% pada tahap I dan 12, 5% pada tahap II. Tersebut membuat PPnbM yang dibayar konsumen adalah 30% di tahap I dan 35% pada tahap II.

pajak Sumber: Kementerian Perindustrian

Jika skema ini yang diputuskan, maka nyana berbeda dengan insentif PPnBM untuk mobil kapasitas pesawat sampai 1. 500 cc. Tahap I adalah PPnBM sepenuhnya ditanggung pemerintah (100%) untuk masa pajak had Mei 2021.

Kemudian tahap II dikurangi 50% yang berlaku di Juni-Agustus 2021. Tahap belakang adalah pemerintah hanya menanggung PPnBM sebesar 25%, itu berlaku pada September-Desember 2021.

Soal kandungan lokal pun berbeda. Buat mobil berkapasitas mesin tenggat 1. 500 cc, Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) wajib minimal 70%, tengah untuk 2. 500 cc diusulkan setidaknya 60%.

Well , sepertinya alasan pemerintah tak memberikan insentif pembebasan PPnBM untuk mobil 2. 500 cc bisa diterima. Pokok penjualan mobil jenis tersebut masih lumayan, bisa muncul meski tanpa insentif.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Nusantara (Gaikindo), penjualan mobil macam sedan dengan kapasitas instrumen 1. 500-3. 000 cc pada Februari 2021 merupakan 439 unit. Naik di bulan sebelumnya yaitu 335 unit.

Tatkala untuk jenis 4×2, pemasaran mobil berkapasitas mesin satu. 501-2. 500 cc kamar lalu adalah 6. 780 unit, naik dari 5. 896 unit pada Januari 2021. Kemudian untuk jenis 4×4, penjualan mobil berkapasitas mesin 1. 501-3. 000 cc pada Februari 2021 adalah 329 unit, naik dari Januari 2021 dengan sebanyak 171 unit.

Jadi sejatinya minus insentif PPnBM pun penjualan mobil gede ini telah bisa naik. Diharapkan secara pembebasan PPnBM, yang membuat harga turun sampai puluhan juta rupiah, penjualan lebih terdongkrak.

Halaman Selanjutnya –>   Saham Otomotif Bakal Terangkat?