Integrasi Transportasi Bakal Dongkrak Pariwisata Jakarta

Jakarta, CNBC Indonesia– Rencana integrasi transportasi di Jabodetabek bisa membuat mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien. Tidak hanya memudahkan perjalanan pengguna transportasi umum, salah satu sektor yang juga mendapat manfaat dari kehadiran sistem integrasi transportasi adalah pariwisata.

Direktur Utama PT JakLingko Indonesia Muhamad Kamaluddin menjelaskan, integrasi transportasi ini memudahkan masyarakat untuk berwisata. Nantinya dengan integrasi yang dilakukan JakLingko, perjalanan bisa dilakukan dengan sistem bundling tiket sehingga wisatawan bisa menjangkau beberapa lokasi wisata.

“Kami juga akan terus memberikan solusi lain misalnya bundling tiket buat area wisata, seperti museum dan kuliner. Ketika nanti mereka ingin berangkat dan masuk ke sistem aplikasi, maka bisa langsung mendapatkan rekomendasi kuliner di tempat tujuannya atau sekitarnya,” ujar Kamaluddin dalam Profit CNBC Indonesia, Jumat (6/8/2021).


Dengan kemudahan akses ke tempat pariwisata, maka bisa menarik minat wisatawan asing ke ibu Kota. Sistem integrasi pembayaran ini juga digunakan di beberapa kota besar di negara lain dan terbukti sukses menarik minat serta memberikan kemudahan.

Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto
Ilustrasi Monas

Dengan adanya open platform ini, Kamaluddin mengharapkan integrasi bisa dilakukan secara lengkap, mulai dari angkutan massal, hingga kendaraan roda dua dan sepeda.Untuk mempersiapkan integrasi ini Jaklingko telah bekerja sama dengan lima operator transportasi yakni TransJakarta, MRT Jakarta, CommuterLine, LRT Jakarta, dan Kereta Api Bandara. Dalam pengembangan lanjutan di fase 2, JakLingko juga menyiapkan open platform sehingga transportasi milik swasta dan publik bisa bergabung di dalamnya.

“Jadi nanti Maret 2022 kami akan meluncurkan Mobilty as a Service (MaaS) dimana kami menjadi open platform. Dengan bergabungnya semua infrastruktur baik online, sharing ride, sepeda dan sebagainya bisa semakin mudah diakses masyarakat,” kata dia.

Sebelumnya, Mayoritas penduduk di DKI Jakarta dan sekitarnya menginginkan tarif transportasi umum yang terintegrasi. Saat ini pembayaran antarmoda transportasi di ibu kota masih terpisah-pisah.

(dob/dob)