Jalan Lapor SPT Pajak, Lengah EFIN dan Harta yang Harus Ditulis!

Jakarta, CNBC Nusantara – Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mengimbau para wajib retribusi terutama orang pribadi (WP OP) untuk segera mengakhiri kewajibannya dengan mengisi Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan.

Sebab, batas simpulan pelaporan SPT Tahunan untuk WP OP hingga 31 Maret 2021.

Kepala Subdit (Kasubdit) Humas Ditjen Pajak Kemenkeu Ani Natalia mengatakan, di periode pandemi seperti ini pelaporan SPT disarankan melalui online. Melalui laman resmi Pajak dan memilih cara e-filing.


e-Filing adalah cara penyampaian SPT secara online yang mampu dilakukan dari mana selalu dan kapanpun selama terhubung dengan jaringan internet. Sehingga memudahkan WP karena tak perlu keluar rumah buat menuju kantor pajak.

“Lebih mudah dengan e-filing dan bisa dilakukan kapan aja. Tepat saat pandemi gini dan karakter yang sibuk, ” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Senin (22/3/2021).

Adapun untuk WP OP atau karyawan dapat mengisi penyampaian SPT 1770 S dan 1770 SS. Tapi sebelum isi terlebih dahulu telah memiliki bukti pemotongan retribusi dari perusahaan pemberi kerja.

Selain tersebut, WP juga wajib mempunyai e-FIN yang diterbitkan oleh DJP. Permohonan e-FIN bisa dilakukan di KPP terdekat sebelum dapat mendaftarkan diri dalam layanan online tersebut.

Setelah memiliki bukti potong dan e-Fin maka sudah bisa melayani pelaporan SPT online. Bagaimana caranya?

1. Masuk ke situs www.djponline.pajak.go.id/
2. Isi Bagian Pokok Wajib Pajak (NPWP)
3. Isi password (kata sandi)
4. Isi kode verifikasi
5. Tekan login
6. Klik e-filing
7. Klik buat SPT
8. Pilih SPT 1770 S atau 1770 SS
9. Lulus isi langkah demi jalan dari 1 sampai 18 langkah mulai dari kandungan data penghasilan, harta tenggat utang dan lainnya.
10. Setelah selesai memasukkan klik kirim SPT
11. Lalu, WP hendak mendapatkan tanda terima elektronik SPT Tahunan yang dikirimkan ke email.