Joe Biden Jor-joran Impor Logam Buat Baterai Mobil Elektrik

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat Joe Biden berencana bakal mengimpor banyak logam yang dibutuhkan untuk membangun pabrik kendaraan listrik hingga baterai listrik di dalam daerah.

Ini adalah bagian strategi yang dirancang untuk menenangkan pemerhati dunia hidup ( environmentalist ).

Mengutip  Reuters, Rabu (26/5/2021), rencana ini akan menjelma pukulan bagi penambang dalam Amerika Serikat, yang berharap Joe Biden akan bergantung pada pasokan logam pada negeri seperti yang sudah diisyaratkan dalam kampanye.


Bukannya menaikkan izin pertambangan, tim daripada pemerintah Amerika Serikat bertambah cenderung memilih membangun pabrik pemrosesan mineral menjadi baterai kendaraan listrik di di negeri.

Program macam itu dianggap bakal membantu mengurangi ketergantungan Amerika Serikat dengan China yang menjadi pemimpin industri material kendaraan listrik. Selain tersebut, rencana ini juga dianggap dapat mengurangi pengangguran kelanjutan pandemi di sana.

Departemen Perdagangan Amerika Serikat akan menyelenggarakan konvensi di bulan Juni nanti untuk menarik lebih penuh pabrik pabrikan kendaraan elektrik masuk Amerika. Rencana infrastruktur senilai US$ 1, 7 triliun yang diusulkan Biden mengalokasikan US$ 174 miliar untuk meningkatkan pasar organ listrik domestik, melalui pengaruh pajak dan hibah untuk produsen baterai serta insentif lainnya. Namun sayangnya, Departemen Perdagangan masih menolak berkomentar.

“Tidak sulit untuk menggali lubang. Yang sulit adalah mengeluarkan barang-barang itu dan membawanya ke fasilitas pemrosesan, itu lah yang menjadi fokus negeri Amerika, ” kata salah satu sumber.

Guna mengamankan pasokan, Amerika akan bergantung pada Kanada, Australia, dan Brasil untuk menghasilkan sebagian besar bakal mentah. Sementara Amerika akan mengubah material itu menjelma chip komputer dan aki.

[Gambas:Video CNBC]
(wia)