Jokowi Mau Bangun Tol 18X Panjang Pulau Jawa, Kapan Selesai?

Jokowi Mau Bangun Tol 18X Panjang Pulau Jawa, Kapan Selesai?

Jakarta, CNBC Indonesia kacau Pemerintahan Presiden Jokowi  menyiapkan rencana pembangunan jaringan berkepanjangan tol hampir sepanjang 19. 000 km atau tepatnya 18. 850 km. Panjang tol ini setimpal kurang lebih 18 kali panjang Pulau Jawa.

Eksekutif Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian buka-bukaan mengenai dasar tersebut. Dia menjelaskan dalam proses teknokratik, pihaknya diharuskan memiliki dasar umum untuk target jalan pungutan. Karenanya, total panjang itu memang menjadi target jaringan jalan manasuka hambatan dalam jangka panjang.

“Jadi tujuan kita pada jangka panjang ini adalah bagaimana kita menurunkan travel time . Karena kalau travel time turun, biaya logistik mendarat, jadi ini menunjukkan seberapa kompetitif jaringan jalan kita dalam menjunjung sistem logistik, ” ungkapnya pada konferensi pers, Selasa (20/10/20).


Dari analisisnya, sekarang ini travel time dalam Indonesia rata-rata berkisar di dua, 3 – 2, 5 jam per 100 km. Dalam masa panjang, ia mematok target 1, 5 jam per 100Km. Desain untuk mencapai itu adalah lupa satunya dengan menjadikan jalan selamat hambatan sebagai backbone, karena menurutnya jalan bebas hambatan ini mendaulat travel time direduksi cukup istimewa.

“Nah untuk mencapai 1, 5 jam itu, dibanding kajian kita, kita dapatkan kalau dalam jangka panjang, jalan tol itu dibutuhkan hampir 19 seperseribu km total jaringan jalan pungutan di Indonesia untuk mencapai travel time 1, 5 jam per 100 km. Dalam jangka menengah kita membangun 2. 724 km jalan tol di periode 2020-2024. Sehingga total jaringan jalan pungutan yang beroperasi 4. 817 km. Ini jangka menengah. Untuk masa panjangnya nanti kira-kira ultimatenya mutlak 18. 000 Km, hampir 19. 000 km itu, ” imbuhnya.

Hanya saja, dia belum bisa memastikan kapan target tersebut bisa terealisasi. Hal itu tentu tergantung pada banyak kejadian terutama ketersediaan anggaran dan perluasan wilayah.

“Karena kita tahu bahwa jalan bebas larangan sebagai backbone itu sistem pembiayaan yang kita lakukan adalah menggunakan KPBU. Artinya investasinya dari preman, karena kalau dari APBN tetap akan lebih lama lagi tercapainya. Jadi tergantung dari seberapa menarik untuk investasi, jadi banyak faktor. Jadi kapannya itu kita belum bisa definisikan, ” urainya.

“Bahkan setelah kita menyentuh 1, 5 jam per 100 km, kalau kita tidak mendaftarkan peningkatan kebutuhan itu bisa bertambah lagi. Jadi setelah tercapai, kalau kita do nothing, itu mampu jadi naik lg krn trafik itu tumbuh. Pengembangan wilayahnya serupa tumbuh. Jadi kapannya tergantung di banyak faktor, ” lanjutnya.

Ia berharap di simpulan 2024 travel time di Nusantara bisa direduksi sekitar 1, 9-2, 1 jam per 100 Km.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)