Kekayaan Cetakan dari RI ‘Keliling’ Dunia, Pesawat CN-235 Laris!

Kekayaan Cetakan dari RI 'Keliling' Dunia, Pesawat CN-235 Laris!

Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI membentuk Tim Percepatan Pemulihan Ekonomi (TPPE) untuk membantu negeri menangani dampak ekonomi dari pandemi Covid-19. Kemlu juga bekerja persis dengan Kementerian Badan Usaha Hak Negara (BUMN).

Menteri Luar Negeri RI Retno Kekal Priansari Marsudi mengatakan kerja sama dengan BUMN guna mendukung cara melakukan outbound investment dan menyelundup ke pasar global, atau dengan disebut BUMN Go Global.

“Klaster yang medium dijajaki saat ini adalah kebaikan konstruksi, industri ekstraktif, industri strategis, dan potensi ekspansi jasa operasional pembangkit listrik, ” kata Retno dalam media briefing yang berlaku secara virtual, Kamis (22/10/2020).


Retno menjabarkan, kini beberapa perusahaan BUMN jadi masuk ke pasar besar. Serupa PT INKA yang mengirimkan 86 gerbong kereta api produksinya ke Bangladesh pada periode Oktober 2019 – Oktober 2020.

PT DI rancangan pengiriman pesawat CN235-220 pada November 2020 ke Nepal. Perum Peruri yang mulai merealisasikan jasa percetakan uang asing Amerika Latin secara nilai proyek 16, 7 juta euro, dan adanya potensi kegiatan sama pertambangan serta infrastruktur di Afrika sebesar masing-masing US$ 20 juta dan US$ 258 juta.

“Dari pemetaan outbound investment satu tahun final yang dilakukan Kemlu terdapat 285 perusahaan Indonesia dengan nilai mencapai US$ 14, 3 miliar. Ini adalah aset Indonesia yang harus terus dikawal, difasilitasi dan dikembangkan, ” lanjut Retno.

Perusahaan Asing Antre

Selain itu, Kemlu juga bekerja sama dengan Lembaga Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan perwakilan RI di luar jati untuk melakukan one on one marking investasi guna melancarkan realisasi investasi.

“Dari upaya tersebut tercatat 16 perusahaan yang tengah dalam tahap penjajakan serius, ” imbuh Retno.

Retno menguraikan sudah ada perusahaan Korea untuk baterai dan mobil listrik dengan perkiraan nilai US$ 11 miliar, serta perusahaan Jepang dengan estimasi nilai Rp 30, 5 triliun yang masuk ke Indonesia.

Lima perusahaan telah mendaftarkan diri sebagai perusahaan hangat di Indonesia dengan potensi realisasi nilai investasi sejumlah US$ 358 juta. Sementara, delapan perusahaan era ini sedang mengurus berbagai perizinan di BKPM dengan potensi investasi US$ 796, 7 juta.

Kini setidaknya ada tujuh perusahaan yang dikabarkan mulai keuntungan atau menetas dengan nilai investasi US$ 915 juta.

Terakhir, Retno memaparkan tersedia beberapa perusahaan yang melakukan relokasi ke Indonesia, di antaranya sebab Jepang, seperti Sagami Electric secara nilai investasi US$ 50 juta, dan menyerap kurang lebih enam. 500 tenaga kerja.

Selain itu perusahaan Panasonic, dengan nilai investasi US$ 30 juta, diperkirakan sudah meminta sekitar 1. 940 tenaga kegiatan.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)