Kian Panas, Biden Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan

Jakarta, CNBC Indonesia – Kapal pokok Amerika Serikat (AS) Theodore Roosevelt Strike Group (TRCSG) kembali wara-wiri di Laut China Selatan (LCS). Tersebut adalah kali kedua, kapal tersebut merapat ke negeri ini, di tengah-tengah panasnya situasi China dan Filipina karena klaim kawasan maritim.

“Senang sekali bisa kembali ke LCS untuk meyakinkan sekutu dan mitra, ” kata Laksamana Muda Doug Verissimo, komandan Gerup 9 kapal sari, dikutip dari rilis resmi www.c7f.navy.mil, Rabu (7/4/2021).

“Kami tetap berkomitmen untuk (mendukung) kebebasan perjalanan. ”


Dalam pernyataannya AS juga menegaskan mau bersama dengan “teman-teman” melindungi keamanan dan stabilitas zona Indo-Pasifi. AS menyebut sebesar nama negara sebagai rekannya, termasuk Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Australia dan India.

Sejumlah proses juga dikatakan akan dilakukan di lautan ini. Termasuk penerbangan tetap, memutar dan latihan serangan maritim. Rombongan AS juga akan melaksanakan operasi anti-kapal selam dan pelatihan taktis terkoordinasi.

Sebelumnya, hubungan China dan Filipina -sekutu AS- di LCS memanas kaum pekan terakhir. Filipina mendakwa China mempromosikan narasi palsu dari klaimnya di selat yang disengketakan tersebut.

Diketahui hampir 200 kapal China terdeteksi pada Whitsun Reef, sebelum menyebar ke daerah lain dalam LCS, sejak pekan berantakan. Beijing mengabaikan tuntutan Manila agar kapal-kapal itu berangkat, dengan mengatakan area itu adalah bagian dari teritorinya.

Whitsun Reef berada sekitar 320 kilometer (175 mil laut) separuh barat Pulau Palawan, Filipiina. Menurut Pengadilan Arbitrase Internasional, ini masuk Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) negeri Kepala Rodrigo Duterte meski peristiwa itu ditolak China.

Dikutip Reuters , penasihat hukum kepresidenan Salvador Panelo mengutarakan kehadiran kapal China pada ZEE Filipina adalah belang dalam hubungan kedua negeri. Ini bisa memicu antagonisme yang tidak diinginkan.

“Kami dapat berembuk tentang masalah yang menjelma perhatian dan keuntungan bersama-sama, tetapi jangan salah tentang itu. Kedaulatan kami tak dapat dinegosiasikan, ” kata Panelo dalam sebuah penjelasan, dikutip dari Reuters.

China beralasan kapal penangkap ikan berlindung dari laut yang ganas dalam lokasi itu. Area yang berjarak 638 mil lantaran Hainan China itu disebut Beijing sebagai Niu’e Jiao dan diklaim sebagai arah dari wilayahnya.

“Karena situasi maritim, kaum kapal penangkap ikan berlindung dari angin dekat Niu’e Jiao, yang cukup biasa. Kami berharap pihak terkait dapat melihat ini dengan rasional, ” kata Pakar Bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying pekan berserakan.

Kedutaan Tinggi China di Manila selalu mengkritik komentar Menhan Filipina. Bahkan menyebutnya tidak ahli.

China selama ini sudah mengklaim 90% LCS, yang meliputi zona seluas sekitar 3, 5 juta kilometer persegi (1, 4 juta mil persegi), dengan konsep sembilan batas putus-putus ( nine-dash line ). Di 2016, pengadilan internasional menggugurkan klaim China itu namun Beijing tidak mengakui keputusan dan menyebutnya palsu.

Klaim teritorial sepihak tersebut tumpang tindih dengan klaim beberapa negara ASEAN dan Taiwan. Selain secara China, LCS sendiri berbatasan dengan Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

AS kini dipimpin pemerintah Presiden Joe Biden, pada mana mantan wakil Barrack Obama itu berjanji menghindari gaya pendahulunya Donald Trump dalam menghadapi China. Teranyar AS dan sekutu berencana memboikot olimpiade musim santai yang diselenggarakan di Beijing 2022 nanti.

[Gambas:Video CNBC]
(sef/sef)