Lelang Obligasi Negara Laku Rp 22 T, Cek Rinciannya

Lelang Obligasi Negara Laku Rp 22 T, Cek Rinciannya

Jakarta, CNBC Indonesia – Negeri hari ini melelang tujuh seri Surat  Berharga Negara (SBN). Penawaran yang masuk adalah Rp 78, 35 triliun, dan pemerintah menjemput Rp 22 triliun.

Mengutip keterangan terekam Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Rabu (19/8/2020), berikut rincian  SBN yang dilelang:

  1.         SPN03201126. Tenor tiga bulan, imbalan diskonto.
  2.         SPN12210603. Tenor 10 bulan, imbalan diskonto.
  3.         FR0086. Tenor 6 tahun, imbalan 5, 500%.
  4.         FR0087. Tenor 11 tahun, imbalan 6, 500%.
  5.         FR0080. Tenor 15 tahun, imbalan 7, 500%.
  6.         FR0083 . Tenor 20 tahun, balasan 7, 500%.
  7.         FR0076 . Tenor 28 tahun, imbalan 7, 375%

Target indikatif dalam lelang itu adalah Rp 20 triliun. Berarti, pemerintah berhasil menyerap dana melebihi target, namun masih tetap pas dengan penyerapan pekan lalu.


Berikut adalah rincian hasil lelang  SBN keadaan ini:

  1.         SPN03201126. Penawaran yang masuk Rp 4, 105 triliun, dimenangkan Rp 1, 000 triliun, imbalan rata-rata tertimbang 3, 21120%.
  2.         SPN12210603. Penawaran yang merembes Rp 8, 280 triliun, dimenangkan Rp 1, 000 triliun, ganjaran rata-rata tertimbang 3, 47600%.
  3.         FR0086. Penawaran dengan masuk Rp 30, 0039 triliun, dimenangkan Rp 8, 200 triliun, imbalan rata-rata tertimbang 5, 41474%.
  4.         FR0087. Permintaan yang masuk Rp15, 1254  triliun, dimenangkan Rp 8, 200 triliun, imbalan rata-rata tertimbang 5, 41474%..
  5.         FR0080. Permintaan yang masuk Rp 4, 8728 triliun, dimenangkan Rp 850 triliun, imbalan rata-rata tertimbang 7, 21965%.
  6.         FR0083 Permohonan yang masuk Rp 7, 0224 triliun, dimenangkan Rp 1, 800 triliun, imbalan rata-rata tertimbang 7, 27987%.
  7.         FR0076 Penawaran yang masuk Rp 8, 9395 triliun, dimenangkan Rp 3, 900 triliun, imbalan rata-rata tertimbang 7, 34496%.

 

Dalam lelang SBN sebelumnya, penawaran yang masuk tercatat Rp 106 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah memenangkan Rp 22 triliun, lebih tinggi dibandingkan bahan indikatif Rp 20 triliun.

Oleh sebab itu, tidak terjadi perubahan dalam lelang hari ini. Sedangkan dari penawaran yang masuk, lebih rendah daripada lelang sebelumnya, yakni tercatat Rp 78, 35 triliun.

Pelaku pasar sepertinya merespon dengan positif terkait data defisit transaksi berjalan ( Current Account Deficit /CAD) kuartal II-2020. Defisit transaksi berjalan menyempit dari 1, 4% kepada Produk Domestik Bruto (PDB) menjelma 1, 2% PDB pada kuartal sebelumnya.

Kemudian Bank Indonesia (BI) dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) sekali lagi memberikan sinyal suku bunga acuan tidak akan dipangkas lagi. Dengan demikian, imbal buatan investasi di dalam negeri masih relatif tinggi dan mampu menarik modal asing masuk. Pelaku rekan juga terlihat puas dengan kesimpulan bank sentral, karena daya tarik imbal hasil SBN pun berpeluang terjaga.

Kemarin, harga obligasi pemerintah bergerak variatif dengan penguatan dicatatkan untuk surat utang bertenor pendek. Namun, balasan hasil SBN bertenor pendek tercatat melemah yakni untuk SBN bertenor 1 tahun dan 5 tarikh, dengan pelemahan masing-masing sebesar -1, 38% dan -1, 19% ke 3, 707% dan 5, 667%.

Namun harga SBN dengan tenor 10 tahun melemah pada Senin (24/8/20). Namun, imbal hasil SBN tenor 10 tahun dengan seri IDFR0082 tercatat menguat 0, 15% ke 6, 736%.

Yield   SBN bertenor 10 tahun tersebut menjadi acuan kehormatan pasar obligasi.   Yield   surat utang berlawanan arah dari harga, sehingga penguatan  yield   membuktikan bahwa harga obligasi tersebut padahal melemah.

Sebelumnya pada Jumat (14/8/20), BI sudah menyerap Surat Berharga Negeri (SBN) hingga Rp 125, 06 triliun dengan target Rp 397, 65 triliun.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk pembiayaan dalam Program Perbaikan Ekonomi Nasional (PEN).   BI melakukan Burden Sharing guna  mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Burden Sharing adalah skema penanggungan bersama jarang Menteri Keuangan dengan Bank Nusantara dalam untuk melaksanakan program Perbaikan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai wujud penanggulangan dampak ekonomi dan sosial dari Covid-19.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 

 

[Gambas:Video CNBC]
(aji/aji)