Makna Remdesivir Turun, Produksinya Lagi Disiapkan Indofarma

Makna Remdesivir Turun, Produksinya Lagi Disiapkan Indofarma

Jakarta, CNBC Indonesia – Pengadaan obat Remdesivir  tak hanya menggunakan impor tapi proses produksi dalam negeri. Kabar baiknya, harga Remdesivir  impor kini sudah turun.

PT Indofarma Tbk (INAF) menargetkan untuk segera bisa memproduksi salah satu obat yang dimanfaatkan untuk terapi Covid-19, Remdesivir. Buatan ini akan dilakukan dengan hidup sama dengan Mylan N. V., perusahaan farmasi yang bermarkas dalam Amerika Serikat.

Penasihat Utama Indofarma Arief Pramuhanto mengucapkan saat ini perusahaan tengah memeriksa untuk melakukan transfer teknologi secara perusahaan tersebut. Proses tersebut diharapkan bisa dilakukan secepatnya sehingga produksi bisa segera dilakukan di di negeri.


“… Kita sedang jajaki untuk technology memindahkan sehingga nanti bisa produksi tunggal. Masih dalam penjajakan, rencana secepatnya, ” kata Arief kepada CNBC Indonesia, Sabtu (3/10/2020).

Sementara itu, saat ini perusahaan masih akan melayani impor untuk Remdesivir dengan merk jual DESREM ini dari Mylan.

Obat ini bakal mulai dipasarkan Jumat pekan pendahuluan dengan hak Indofarma sebagai pemasok dan marketing di pasar Nusantara.

Arief menjelaskan, obat yang aslinya merupakan obat buat Ebola ini hanya akan didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit dengan menangani pasien Covid-19 dan harus diberikan dengan resep dokter.

“DESREM Remdesivir adalah obat etikal yang tidak dijual terhindar, ” imbuh dia.

Hal ini menandakan bertambahnya senarai obat terapi Covid yang dibuat dan dipasarkan oleh Indofarma.

Sejak April 2020 lalu perusahaan pelat merah ini serupa telah mulai memproduksi sendiri Oseltamivir di dalam negeri. Bahkan mematok September 2020 telah memproduksi sebanyak 4, 2 juta tablet Oseltamivir.

“Sampai September itu sudah 4, 2 juta tablet Oseltamivir yang kita produksi. Buat penanganan Covid, sampai sekarang kita masih fokus pada produksi Oseltamivir, ” kata Arief kepada CNBC Indonesia pekan lalu.

Pengadaan Rendesivir  tak hanya meniti produksi di dalam negeri akan tetapi juga impor dari India. Kabar baiknya, Rendesiver impor sudah diturunkan harganya oleh produsen dan importir di Indonesia.

PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) bersama-sama PT Amarox Global Pharma (Amarox) menurunkan harga COVIFOR (Remdesivir) di Indonesia. Hal ini merespons bukti dari pemerintah, tenaga kesehatan serta pasien.

Kalbe Farma dalam pernyataan resminya, menyatakan penyesuaian harga ini sejalan dengan kewajiban Kalbe bersama Amarox untuk mengangkat pemerintah mengatasi pandemi Covid-19 dan mempertimbangkan semakin banyak pasien dengan mendapat manfaat obat COVIFOR buat penyembuhan penyakit Covid-19.

Harga produk COVIFOR yang diproduksi oleh Hetero India, diimpor sebab Amarox dan dipasarkan serta didistribusikan oleh Kalbe ini sebelumnya diumumkan Rp. 3, 000, 000, – per vial, disesuaikan menjadi Rp. 1, 500, 000, – bohlam vial, atau turun 50%.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)