Minggir Semua! Saham Properti Juara Kemarin, Hari Ini Gimana?

Minggir Semua! Saham Properti Juara Kemarin, Hari Ini Gimana?

Jakarta, CNBC Indonesia  – Harga saham-saham properti lulus melesat pada perdagangan Kamis kemarin (19/11/2020 setelah keputusan Rapat Jawatan Gubernur Bank Indonesia yang memutuskan untuk menurunkan suku bunga tuangan.

Sektor properti memang secara historis diuntungkan akan hal ini sebab secara penurunan suku bunga acuan kejadian ini tentunya akan menekan suku bunga KPR yang nantinya akan meningkatkan penjualan kekayaan.

Sebelumnya zona properti juga mendapat sentimen positif dari Omnibus Law UU Membuat Kerja soal kemudahan investasi asing di properti.


Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0, 66% pada level 5. 594 dengan poin transaksi menembus 13, 15 triliun.

Garit Saham Properti, 19 November 2020

Terpantau dari 7 emiten properti, enam di antaranya berhasil menghijau & hanya 1 yang terkoreksi, tersebut pun turun tipis saja.

Kenaikan hari ini dipimpin oleh PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) yang berhasil lelap menyentuh level auto reject atasnya (ARA) yaki 35% di kelas harga Rp 162/saham.

Apresiasi tinggi lainnya juga dibukukan oleh PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang berhasil terbang masing-masing 29, 90% dan 19, 40%.

Satu lagi yang serupa mencuat sahamnya ialah emiten properti PT Karya Bersama Anugerah Tbk  (KBAG) naik 9, 09% Rp 60/saham.

Koreksi cuma dibukukan oleh PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang turun sedikit 0, 55% ke level Rp 910/saham.

Adapun saham non properti yang melesat dan masuk top gainers adalah PT Indika  Energy Tbk  (INDY) +12, 92% di level Rp 1. 180/saham, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk  (SMBR) +9, 32% Rp 645/saham, PT Bukit Asam Tbk  (PTBA) +5, 69% Rp 2. 230/saham, dan PT HM Sampoerna Tbk  (HMSP) +5, 05% Rp 1. 560/saham.

Kemarin, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan. Ini dalam luar ekspektasi pelaku pasar.

Pada Kamis (19/11/2020), Kerap Dewan Gubernur BI edisi November 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar25 basis poin (bps) menjelma 3, 75%. Sementara suku kembang Deposit Facility turun menjadi 3% dan suku bunga Lending Facility sekarang di 4, 5%.

“Keputusan ini mempertimbangkan dugaan inflasi yang tetap rendah, kemantapan eksternal yang terjaga dan sikap pemulihan ekonom nasional, ” kata pendahuluan Perry Warjiyo, Gubernur BI, pada jumpa pers usai RDG.

Hal ini tidak diperkirakan oleh pelaku pasar. Konsensus dengan dihimpun CNBC Indonesia dan Reuters menghasilkan proyeksi BI 7 Day Reverse Repo Rate tetap pada 4%.

Artinya, suku bunga acuan berubah untuk kala pertama sejak Juli atau 4 bulan. BI 7 Day Reverse Repo Rate kini berada di di posisi terendah sejak diperkenalkan pada Agustus 2016 menggantikan BI Rate.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)