Minim Sentimen Positif, Kontrak Futures Ruang Bursa AS Lesu

Minim Sentimen Positif, Kontrak Futures Ruang Bursa AS Lesu

Jakarta, CNBC Indonesia berantakan Kontrak berjangka ( futures ) indeks bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (14/10/2020) cenderung flat, berpeluang melanjutkan koreksi Wall Street untuk hari ke-2 pada pekan ini.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average melemah 4 poin setelah sempat menguat di pagi tadi (Waktu Indonesia Barat). Kontrak serupa indeks S& P 500 turun 0, 1% namun indeks Nasdaq menguat 0, 1%.

Pasar uang saham AS terkoreksi pada Selasa, menghentikan reli selama 4 hari sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 157, 71 poin, atau 0, 6%, sedangkan ruang S& P 500 melemah 0, 6%. Sementara itu, indeks Nasdaq terkoreksi 0, 1%. Namun sepanjang Oktober, Dow Jones terhitung terangkat 3%, sedangkan S& P 500 dan Nasdaq menguat lebih dibanding 4% dan 6%.


“Pasar berharap (dan bertransaksi) pada pemilihan presiden yang mulus, stimulus besar, pandemi sudah, dan ekonomi tahun depan balik normal seperti pada 2019, ” tutur Brad McMillan, Kepala Divisi Investasi Commonwealth Financial Network, pada CNBC International .

Revisi pada Selasa tersebut terjadi pada tengah perubahan arah sentimen. Emiten farmasi Eli Lilly kepada CNBC International menyatakan bahwa uji coba perawatan antibodi bakal ditunda karena alasan tertentu.

Johnson & Johnson pada Senin mengumumkan bahwa pengembangan vaksin anti-corona dihentikan karena ada efek tepi yang belum bisa diukur. Hal ini memicu kekhawatiran akan keberhasilan pengembangan vaksin tersebut.

Dari Washington, jalan kesepakatan stimulus memudar setelah kedua kubu belum juga mencapai kata sepakat. Gedung Putih baru-baru tersebut mengajukan proposal paket stimulus senilai US$ 1, 8 triliun, yang dinilai “secara signifikan jauh” sejak kebutuhan aslinya, menurut Ketua DPR AS Nancy Pelosi.

Memperuncing perbedaan, Ketua Senat Mitch McConnell di Selasa mengatakan bahwa pihakny mau melakukan pemungutan suara untuk meluluskan paket stimulus terbatas bulan tersebut, yang akan “menyasar pekerja Amerika, termasuk pendanaan baru” bagi UKM.

Musim laporan keuangan kuartal II-2020 dimulai pada Selasa, dengan rilis kemampuan positif JPMorgan Chase dan Citigroup yang lebih baik dari ekspektasi pasar. Bank of America, Goldman Sachs, United Airlines dan Wells Fargo dijadwalkan merilis kinerjanya keadaan ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(ags/ags)