Pakar: Sudah Diuji, Semua Vaksin Covid-19 di RI Tenteram

Jakarta, CNBC  Indonesia – Ahli Virologi serta Molekuler Biologi Universitas Udayana Prof. I Gusti  Ngurah Mahardika memastikan, semua vaksin yang disuntikkan kepada bangsa sudah diuji dengan elok. Kalaupun ada Kejadian Turutan Pasca Imunisasi (KIPI) lazimnya berkaitan dengan faktor genetik.

“Reaksi turutan KIPI bisa saja terjadi karena genetik individu yang bersangkutan, ” katanya, Selasa (8/6/2031).

Dia menambahkan, masyarakat hanya menetapkan memantau sendiri gejala pasca-vaksinasi dan segera ke sinse jika ada gejala KIPI berat. Untuk itu, Prof. Mahardika meminta masyarakat tak ragu divaksinasi. “Jadilah pahlawan dengan bersedia divaksinasi, ” ujar Prof. Mahardika.


Sebelumnya, Ketua Komisi Daerah (Komda) KIPI Provinsi DKI Jakarta dr. Ellen Roostati  Sianipar, Sp. A juga memastikan setiap vaksin COVID-19 yang diberikan aman karena telah melewati sejumlah tahapan penelitian ilmiah. “Semua vaksin sudah diuji coba, melalui tiga fase dan dipastikan aman, ” ujar dr. Ellen kira-kira waktu lalu.

dr. Ellen memastikan, sejauh ini dengan terjadi memang co insidens, artinya tidak berhubungan dengan vaksin. “Gejala bersamaan namun sebetulnya tidak disebabkan oleh vaksin atau KIPI  yang terjadi biasanya nonserius. Serupa umumnya jika menerima injeksi, ada rasa nyeri ataupun demam. KIPI serius itu yang jadi perhatian, misal keluhannya berlanjut dan memerlukan perawatan. Sejauh ini yang kita terima laporan mungil dibandingkan jumlah orang dengan telah divaksinasi. Meski mungil kami tetap tindak lanjuti dengan melakukan pengkajian, ” ujar dr. Ellen.

Dia menjelaskan, buat menjamin keamanan, sebelum vaksinasi petugas juga telah memberitahu kepada masyarakat bila tersedia gejala seperti demam, menggigil, mual, atau muntah dianjurkan minum obat. “Kalau tersedia gejala dianjurkan minum parasetamol dulu tapi kali bersambung hubungi faskes terdekat. Kalau di Jakarta, semua puskesmas siap atau UGD terdekat. Pasti dilayani, ” katanya.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)