Pejabat UNTR Bicara Permintaan Akik Bara di Masa Pendahuluan, Stagnan!

Jakarta, CNBC Indonesia – Perkembangan pendirian energi bersih di zaman depan akan semakin menggerus penjualan batu bara. Pokok itu penggunaan PLTU  (pembangkit listrik tenaga uap) yang menggunakan pembakaran batu bara ini akan semakin sedikit jumlahnya.

Kejadian itu disampaikan oleh Penasihat Utama PT United Tractors Tbk  (UNTR), Frans Kesuma saat berbicara mengenai potensi penggunaan batu bara ke depan. Dia memprediksi seruan batu bara akan lumpuh seiring dengan perkembangan  renewable energy atau energi baru terbarukan   dan  kapasitas  energi atau  energy storage .

“Dari acuan kurang konsultan seperti apa  long run,   kami melihat paling optimistis itu stagnan, karena daripada beberapa studi 2030 kacau 2040 porsi pembangkit daripada batu bara akan redup dibandingkan  renewable  dan  storage, ”   jelasnya dalam Workshop Astra, Kamis (27/5/2021).


“Renewable  diperkirakan harganya lebih murah atau setara seperti batu bara, sehingga karena ekonomi orang hendak prefer gunakan  renewable , ” katanya.

Secara demikian, dalam rencana perusahaan belum ada rencana penambahan atau akuisisi tambang batu bara baru. Hanya menunggangi yang ada di portofolio perusahaan saat ini.

Future of coal  ana sementara tidak ada rencana untuk melakukan akuisisi sumbangan batu bara baru terutama batu bara  thermal [thermal/steaming coal yang biasa digunakan sebagai pembangkit listrik], ” jelasnya.

Saat ini di lini bisnis anak usaha Persekutuan Astra  ini, produksi kurang ajar bara dioperasikan oleh PT Asmin Bara Bronang, dan PT Telen Orbit Sempurna yang memproduksi  thermal coal , sementara PT Suprabari Mapanindo Mineral memproduksi  coking coal .

Hingga April tercatat penjualan batu bara mencapai 4, 6 juta ton naik 2% daripada periode sama tahun sebelumnya.

Bicara soal hasil tambang emas, kongsi memang ingin mendiversifikasi perolehan dengan memperbesar porsi dibanding sektor mineral.

Oleh sebab itu, di dalam strategi ke depan kongsi masih minat untuk mencari tambang emas baru. Franz menjelaskan keinginan menambah sumbangan emas itu tetap ada, tapi masih sulit membongkar-bongkar yang sesuai dengan keinginan perusahaan.

“Untuk mendapat data yang sah soal tambang emas itu tidak mudah, karena tak hanya bicara jumlah  reserve  tapi serupa bicara  grade -nya, tipe ada dengan banyak sulfida dan oksida, dan di Indonesia tersebut bukan surga untuk aurum, ” katanya.

“Sementara perusahaan, saya tidak mau masuk ke tangan yang kecil, ” tegasnya.

Franz sudah mengerucutkan hanya ada 10 tambang yang punya daya besar. Karena pembangunan  processing plant  harus sesuai dengan hitungan dengan didapatkan.

“Sudah ada beberapa potensi yang di-review tapi untuk tarikh ini kelihatannya belum kelihatan yang sesuai dari perusahaan, ” kata Franz.

Sebagai informasi bagian operasi tambang emas UNTR dioperasikan PT Agincourt Resource di tambang Martabe Sumatera Utara. Penjualan emas dari tambang Martabe Januari -April naik 10% menjadi 124 ribu ounces. Ditargetkan 2021 ini bisa penjualan aurum bisa mencapai 340 ribu ounces.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)