Pokok Tahun Depan, BCA Syariah Bakal Merger dengan Rabobank

Pokok Tahun Depan, BCA Syariah Bakal Merger dengan Rabobank

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengumumkan rencana merger entitas anak, BCA Syariah dengan Rabobank yang sudah diakuisisi sebelumnya.

Nantinya, merger tersebut akan memperkuat lini bisnis BCA Syariah, terutama di pengembangan servis digital selain di segmen menguntungkan dan UMKM.

Direktur BCA, Vera Eve Lim mengantarkan, potensi bisnis bank syariah memiliki pangsa pasar yang besar dalam tanah air. Oleh sebab tersebut, dengan merger dengan Rabobank, simpanan BCA Syariah diperkirakan akan mencapai Rp 2 triliun. Rencananya, gerak laku korporasi ini akan dilaksanakan berangkat awal tahun depan.


“Modal BCA Syariah setelah merger bisa mendekati Rp 2 triliun, nanti kita sampaikan secara official. Kalau semua berjalan lancar, bisa dilakukan awal tahun depan, ” kata Vera, dalam paparan publik di Jakarta, Jumat (28/8/2020).

Vera meneruskan, saat ini BCA Syariah meresap kategori Bank Umum Kelompok Cara (BUKU) II dan sedang fokus menyiapkan proses merger. Pada zaman ini, BCA sedang meminta setu dari Otoritas Jasa Keuangan terpaut peleburan BCA Syariah dengan Rabobank.

Seperti diketahui, pemegang saham BCA telah menyetujui masukan penuh saham PT Bank Rabobank International Indonesia (Rabobank) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan pada 30 Juli 2020.

BCA dan entitas anak PT BCA Finance membeli masing-masing 3. 719. 069 dan 1 bagian dari para pemegang saham Rabobank yang mewakili 100% dari mutlak saham yang telah ditempatkan serta disetor pada Rabobank.

“Total nilai rencana akuisisi akan mengacu kepada premium yang bersifat tetap sebesar US$ 20, 5 juta ditambah dengan 1 x adjusted book value pada saat penyelesaian (closing) yang diperkirakan beres di September 2020, ” serupa itu keterangan pers BCA yang diterima CNBC Indonesia, Kamis (30/7/2020).

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)