Rencana Sedih Pasangan yang Meninggal Bersama di Isolasi Covid

Jakarta, CNBC Indonesia porakporanda Sepasang suami istri meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri, usai dinyatakan terinfeksi Covid-19. Scott Grennman & Erika melakukan isolasi mandiri bersama di ruang kolong demi tidak menulari bani satu-satunya.

Sesudah beberapa hari menjalani karantina mandiri, sang anak (11) mendapati ayah dan ibunya meninggal dalam kondisi menelentang di tempat tidur, beberapa hari setelah menjalani karantina. Namun, beberapa kerabat anak dari pasangan tersebut mengatakan sang ibu sempat dibawa ke rumah sakit pra meninggal. Sebelum akhirnya kembali dan kembali menjalani isolasi mandiri.

Dikutip dari Daily Star , kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa kasus meninggalnya pasangan tersebut terjadi di 18 Februari lalu. Pihak keluarga membagikan kisah tersebut dalam postingan Facebook, mengungkapkan rasa dukanya dan menginginkan doa.


“Tolong doakan keluarga aku. Kami kehilangan adik rani saya dan suaminya keadaan ini. Hari yang menyedihkan, ” pinta Anna Nance Bulliner, saudara sang pokok.

Kepergian pasangan ini menjadi sorotan warga setempat sebab meninggalkan anak semata wayangnya.

“Dia dinyatakan positif tetapi mereka mengirimnya pulang dan kemudian suaminya di rumah dengan hasil tes positif Covid-19, maka mereka berdua dikarantina, ” kata Duy.

“Kehilangan kedua orang gelap pada satu waktu yang Anda tahu untuk bujang berusia 11 tahun, betul tragis, ” kata seorang warga setempat.

Beberapa waktu lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahu menyarankan setiap pasien Covid-19 yang isolasi mandiri, menetapkan menyediakan pulse oximeter buat terus memantau kondisi. Hal ini disebut WHO mampu menunjukkan apakah seseorang bisa dirawat di rumah ataupun perlu menjalani perawatan saksama di rumah sakit.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)