Saat HRUM Ngamuk, Saham BWPT-JPFA Malah Terjungkal!

Jakarta, CNBC Indonesia – Saham emiten tangan batu bara dan nikel milik pengusaha Kiki Barki, PT Harum Energy Tbk (HRUM) berhasil menjadi satu diantara top gainers pada perniagaan hari ini, Selasa (11/5/2021).

Melesatnya saham HRUM dalam dua hari terakhir berlaku seiring dirilisnya laporan kemampuan perusahaan pada kuartal pertama 2021 yang terbilang keras.

Sementara, saham emiten sawit milik BUMN Malaysia Felda dan Grup Rajawali punya Peter Sondakh, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) dan emiten sektor perunggasan (pouy) PT JAPFA Tbk (JPFA) terjungkal sebagai ‘pecundang’.


Indeks Harga Bagian Gabungan (IHSG) menjauhi level psikologis 6. 000 keadaan ini. IHSG ambles 0, 63% ke posisi 5. 938, 35 pada penutupan sesi II perdagangan, Selasa (11/5).

Menurut data BEI, ada 153 saham terangkat, 321 saham merosot & 170 saham stagnan, secara nilai transaksi mencapai Rp 9, 45 triliun dan volume perdagangan mencapai 14, 58 miliar saham.

Di tengah pelemahan IHSG, investor asing pasar saham masuk ke Indonesia dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 35, 00 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mengagendakan jual bersih di rekan negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 95, 24 miliar.

Berikut 5 bagian top gainers dan losers sesi II hari ini (11/5).

Top Gainers

  1. Saraswanti Anugerah Mampu (SAMF), saham +24, 88%, ke Rp 1. 330, transaksi Rp 78, 6 M

  2. Sentral Mitra Informatika (LUCK), +19, 17%, ke Rp 286, transaksi Rp 56, 1 M

  3. Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP), +15, 00%, ke Rp 276, transaksi Rp 49, 5 M

  4. Harum Energy (HRUM), +12, 39%, ke Rp 6. 125, transaksi Rp 179, 7 M

  5. Sky Energy Indonesia (JSKY), +10, 40%, ke Rp 138, transaksi Rp 33, 8 M

Top Losers

  1. Bumi Resources Minerals (BRMS), saham -6, 60%, ke Rp 99, pembicaraan Rp 73, 4 M

  2. Gunawan Dianjaya Steel (GDST), -5, 79%, ke Rp 114, transaksi Rp 10, 5 M

  3. DMS Propertindo (KOTA), -5, 59%, ke Rp 270, transaksi Rp 156, 2 M

  4. Eagle High Plantations (BWPT), -4, 84%, ke Rp 118, transaksi Rp 15, 9 M

  5. Japfa Comfeed Nusantara (JPFA), -3, 83%, ke Rp 2. 010, transaksi Rp 54, 3 M

Saham HRUM berhasil melonjak 12, 39% ke posisi Rp enam. 125/saham. Seiring dengan pengukuhan saham HRUM, asing terekam melakukan beli bersih sejumlah Rp 4, 24 miliar.

Dengan ini saham HRUM berhasil melanjutkan penguatan semenjak Senin (10/5), ketika ditutup melesat 5, 83%.

Pengukuhan HRUM dalam 2 keadaan terakhir terjadi seiring dirilisnya laporan keuangan perusahaan pada 3 bulan pertama 2021 yang tergolong  moncer . Laba bersih HRUM tercatat melonjak secara signifikan sebesar 2. 044, 38% menjadi US$ 17, 61 juta atau setara secara Rp 246, 58 miliar pada kuartal I 2021.

Namun, melesatnya laba terang perusahaan diiringi dengan penurunan penjualan dan pendapatan usaha yang sebesar 6, 72% dari US$ 61, 19 juta pada triwulan I 2020 menjadi US$ 57, 08 juta pada periode yang sama tahun tersebut.

Berada di kutub yang berbeda, saham BWPT malah anjlok 4, 84% ke Rp 118/saham. Nilai transaksi saham tersebut tercatat sebesar Rp 15, 9 miliar.

Penurunan bagian BWPT hari ini tampaknya dipengaruhi aksi ambil mujur oleh para investor, sesudah saham BWPT melejit 6, 90% pada penutupan perdagangan kemarin.

Kabar terbaru, mengumumkan penjualan seluruh saham PT Angrolestari Kencana Makmur (AKM) & PT Bumi Sawit Sempurna (BSU) kepada PT Adau Agro Kalbar dan PT Adau Hijau Lestari.

Dalam keterbukaan informasi pada website Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/5/2021), kadar transaksi dari penjualan saham AKM tercatat sebesar Rp 115 miliar dan BSU sebesar Rp 18 miliar.

Manajemen BWPT menjelaskan, pada transaksi ini pihak konsumen bukan merupakan pihak terafiliasi dari perseroan.

“Tujuan sebab transaksi ini adalah menguatkan arus kas dan mengurangi kewajiban hutang bank dengan diharapkan memberikan dampak meyakinkan terhadap kelangsungan usaha perseroan ke arah yang lebih baik lagi, ” sahih Sekretaris Perusahaan Satrija Budi Wibawa, dikutip CNBC Indonesia, Selasa (11/5).

Sama dengan BWPT, saham JPFA juga ambles 3, 83% ke Rp 2. 010/saham hari ini. Kemarin saham ini ditutup tak bergerak pada harga Rp 2. 090/saham.

Dalam sepekan saham JPFA terkoreksi 0, 99%, sementara dalam sebulan tergerus 4, 74%.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 

[Gambas:Video CNBC]
(adf/adf)