Setapak Lagi Biden Terbitkan Stimulus Covid Rp 26. 600 T

Jakarta, CNBC Indonesia –  Parlemen Amerika Serikat (AS) meloloskan bagian bantuan Covid-19 senilai US$1, 9 triliun atau sepadan Rp 26. 600 triliun (asumsi Rp 14. 000/US). Ini jadi catatan hasil pertama Joe Biden  pada Parlemen setelah duduk menjabat Presiden AS.

Partai Demokrat yang mengatur Parlemen memenangkan suara kebanyakan 219 berbanding 212 dan mengirimkan pada Senat. Kelompok tersebut berencana melakukan siasat legislatif tanpa dukungan Partai Republik.

Taat pihak partai Demokrat bagian itu diperlukan untuk melayani pandemi di AS. Sejauh ini Covid-19 telah membunuh lebih dari 500 ribu orang dan jutaan umum AS kehilangan pekerjaan.


Sebagai keterangan The American Rescue Plan akan membayar vaksin & persediaan medis serta mengirimkan bantuan keuangan untuk famili, bisnis kecil, pemerintah negeri bagian serta pemerintah lokal.

Di sisi seberang, Golongan Republik menolak adanya bagian tersebut padahal mereka sebelumnya mendukung luas adanya berterima bantuan Covid-19. “Itu cuma membuang uang tanpa akuntabilitas, ” kata Pimpinan Golongan Republik, Kevin McCarthy, dikutip Reuters, Sabtu (27/2/2021).

Dalam minggu-minggu pertamanya menjabat, Joe Biden berfokus untuk mengatasi krisis kesehatan tubuh masyarakat AS. Krisis tersebut nyatanya telah mengubah beberapa besar aspek dalam kehidupan negara itu.

Demokrat menginginkan RUU sanggup disahkan pada pertengahan Maret mendatang saat tunjangan pengangguran ditingkatkan dan sejumlah bantuan lainnya akan kadaluarsa.

Item terbesar tagihan termasuk pembayaran langsung US$1400 atau Rp 20 jutaan per individu, tunjangan pengangguran US$400 atau Rp 5, 7 jutaan per minggu hingga 29 Agustus dan membantu masyarakat yang kesulitan membayar sewa dan hipotek rumah selama pandemi berlangsung.

Namun Demokrat juga harus menghadapi tantangan saat melakukan pemilihan mengatasi kenaikan upah minimum. Peluang hal tersebut harus dicabut dari RUU karena pengaturan yang rumit.

Upah minimum pada susunan itu akan naik prima kali sejak 2009. Honorarium per jam naik sejak US$7, 5 menjadi US$15 (dari Rp 107 seperseribu menjadi Rp 215 ribu)

Menurut cakap peraturan Senat, kenaikan penghasilan itu tidak masuk di kualifikasi perlakuan khusus yang membuat sisa RUU bisa disahkan dengan sederhana. Daripada 60 suara dibutuhkan untuk memajukan legislasi dengan 100 kursi.

[Gambas:Video CNBC]
(roy/roy)