Tersedia Duit Orang Kaya Indonesia pada Balik Investasi Singapura

Tersedia Duit Orang Kaya Indonesia pada Balik Investasi Singapura

Jakarta, CNBC Indonesia –   Sampai saat ini Singapura merupakan negara terbesar dalam menggelontorkan investasi  di Indonesia. Investasi dengan besar itu tak menutup prospek dari duit orang-orang kaya Indonesia yang diparkir di Singapura.

Wakil Menteri Luar Daerah (Wamenlu)  Mahendra Siregar  blak-blakan pemberian investasi dari Singapura bisa selalu datang dari orang-orang Indonesia yang memiliki kekayaan di negara tersebit. Apalagi Singapura merupakan negara yang terdepan dalam jasa keuangan pada kawasan.

“Bisa dua-duanya (investasi datang dari orang Nusantara yang memiliki kekayaan di Singapura, dan investasi yang benar datang dari orang-orang asli Singapura), ” kata Mahendra dalam program Acara Talkshow ‘Impact’ bersama Peter Gontha di CNBC TV pada Kamis (22/10/2020) malam.


“Tapi juga ada kemungkinan ketiga adalah investasi dari negara ketiga, apakah investasi dari Eropa atau AS, Jepang atau negeri lain yang memiliki cabang ataupun kantor pusat regional di Singapura atau Hong Kong, yang merupakan financial and trading hub . Mereka mencatatkan dalam sana dan keluar dananya sejak sana, sehingga kemudian tercatatnya sebagai Singapura based , ” jelasnya.

Mahendra mengatakan bahwa negara-negara mitra investasi Indonesia memiliki kepentingan jangka lama yang strategis, maka tidak kurang yang akan berusaha berinvestasi pada Indonesia yang begitu dinamis, termasuk dari potensi investasi.

“Apa yang ada sekarang, lima tahun lalu belum ada, dan apa yang akan ada lima tahun mendatang, sekarang mungkin belum ada, ” katanya.

Realisasi investasi asing di Nusantara masih tetap dikuasai oleh simpanan dari Singapura, meski negara Raja hutan itu mengalami resesi berat. Dibanding realisasi investasi PMA sepanjang Januari-September 2020, Singapura investasinya mencapai US$ 7, 2 miliar atau mencakup 34, 4% dari total investasi. Kemudian disusul oleh China secara investasi US$ 3, 5 miliar atau mencakup 16, 7%.

Setelah China, ada Hong Kong, dengan nilai investasi US$ 2, 5 miliar atau mencakup 12%. Disusul oleh Jepang secara investasi US$ 2, 1 miliar atau 10%, dan Korea Daksina dengan investasi US$ 1, satu miliar atau 5, 3%.

“Kita tahu bahwa Singapura ini hub dari beberapa negeri yang melakukan investasinya. Kemudian China sudah melewati Jepang, ini Jepang mudah-mudahan dengan kehadiran perdana menteri lebih memacu lagi investasinya, ” jelas Kepala BKPM  Bahlil  Lahadalia dalam video conference, Jumat (23/10/2020).

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)