Terungkap! Ini Penyebab Jakarta Belum Turun ke PPKM Level 3

Jakarta, CNBC Indonesia – DKI Jakarta masih ditetapkan pada kriteria PPKM level 4 meskipun data menunjukkan kasus covid-19 di ibu kota dapat disebut terkendali.

Mengutip Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 30 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali, Selasa (10/8/2021), Penetapan level wilayah berpedoman pada Indikator Penyesuaian Upaya Kesehatan Masyarakat dan Pembatasan Sosial dalam Penanggulangan Pandemi COVID-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan yang telah disesuaikan dengan mengeluarkan perhitungan kematian.

Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa jika mayoritas kota/kabupaten dalam 1 wilayah aglomerasi tersebut masih pada level 4, maka kota kabupaten lain di dalam wilayah aglomerasi tersebut bukan di level 4.  akan dimasukkan dalam level 4. Kebijakan ini berlaku untuk wilayah aglomerasi di Jabodetabek, Bandung Raya, Semarang Raya, Solo Raya, Daerah Istimewa Yogyakarta, Surabaya Raya dan Malang Raya.


Dengan kondisi ini maka Jakarta sulit keluar dari PPKM level 4 bila Bodetabek masih di level 4. Sebagai informasi, seluruh wilayah Bodetabek masuk PPKM level 4, seperti Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang, 

Informasi saja, data Kementerian Kesehatan RI , Senin (9/8/2021) kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta turun ke 10.357 kasus. Ini merupakan level terendah sejak DKI mengalami lonjakan sehingga kasus aktif nyaris menembus 113.000 kasus. DKI Jakarta mencatat kasus aktif terendah dibandingkan seluruh provinsi di Jawa dan Bali.

Kemarin ada 727 tambahan kasus positif di DKI Jakarta. Secara total menjadi 832.227 kasus.

Kemudian, seiring dengan menurunnya tambahan kasus, kesembuhan juga menurun. Hanya ada 1.010 orang yang sembuh dalam sehari. Secara total kesembuhan di Jakarta menjadi 809.058 orang.

Selanjutnya kasus kematian belum bisa dihindari dan masih terus bertambah. Ada tambahan 14 kasus kematian sehingga totalnya menjadi 12.812 kasus kematian.

[Gambas:Video CNBC]
(yun/yun)