To The Moon! Batu Bara Masuk Rekor Lagi Sekarang di US$ 74, 3

To The Moon! Batu Bara Masuk Rekor Lagi Sekarang di US$ 74, 3

Jakarta, CNBC  Indonesia –  Harga kontrak futures batu panas termal Newcastle masih terus reli kencang. Harga kontrak si kotor legam bahkan sudah bisa disebutkan pulih ke level sebelum pandemi  dan sekarang sudah berada di level tertinggi sejak pertengahan bulan Januari lalu.

Dalam perdagangan kemarin Kamis (3/12/2020), harga kontrak batu bara yang rajin ditransaksikan ini menguat signifikan dengan apresiasi 3, 99% ke level US$ 74, 3/ton. Di sepanjang minggu dan bulan ini kehormatan batu bara telah naik sejumlah 6, 83%.


Kemajuan harga kontrak batu bara selain ditopang oleh sentimen positif seputar perkembangan vaksin Covid-19 juga didorong oleh kenaikan permintaan di pasar saat produksi komoditas ini dipangkas.

Australia sebagai salah satu negara eksportir energi fosil ini mencatatkan kenaikan ekspor di bulan Oktober. Pengiriman ke China, India dan Korea Selatan mengalami peningkatan sehingga mutlak ekspor bulan Oktober mencapai 17, 24 juta ton atau naik 12, 03% dari bulan sebelumnya. Namun masih terkontraksi  8% dibanding tahun lalu.

Ekspor batu bara termal Australia ke China tercatat sebanyak 1, 73 juta ton pada Oktober berarakan. Volume ekspor ke China menyusun lebih dari 30% dibanding kamar September.

Sementara itu ekspor ke Jepang juga meningkat 9, 43% di bulan dengan sama menjadi 6, 13 juta ton. Kenaikan permintaan paling mulia terjadi di Korea Selatan dan Vietnam dengan kenaikan volume ekspor secara bulanan masing-masing mencapai 46% dan 63%.

Sepanjang Januari-Oktober total ekspor batu panas termal Australia mencapai 174, 98 juta ton. Volume ini mendarat 2, 92% dibanding periode dengan sama tahun lalu. Untuk era 10 bulan pertama tahun itu India dan Vietnam mencatatkan kemajuan yang signifikan.

Namun Jepang tetap mendominasi dari segi volume. Pada periode tersebut Kampung Sakura mengimpor hampir 60 juta ton batu bara termal daripada Australia.  

Memasukkan batu bara termal China dibanding Australia justru drop hingga 18, 5% sepanjang 10 bulan pertama tahun ini. Retaknya hubungan bilateral Canberra-Beijing ditengarai menjadi pemicu istimewa rendahnya pengiriman batu bara termal Negeri Kanguru ke Negeri Panda.

Biro statistik nasional Australia melaporkan perolehan ekspor batu bara termal di bulan Oktober mencapai AU$1. 24 miliar naik dari AU$1. 08 miliar di bulan September tetapi masih lebih rendah dari AU$ 1. 75 di bulan Oktober 2019.

TIM RISET CNBC  NUSANTARA

[Gambas:Video CNBC]
(twg/twg)