Train 3 Tangguh Beroperasi, Produksi LNG BP Melesat di 2022

Train 3 Tangguh Beroperasi, Produksi LNG BP Melesat di 2022

Jakarta, CNBC Indonesia berantakan BP Berau Ltd, unit usaha BP Indonesia yang mengoperasikan proyek kilang gas daerah cair (LNG) Tangguh, Blok Berau dan Muturi, Papua Barat, memperhitungkan proyek konstruksi Train 3 Kilang LNG Tangguh selesai pada kuartal keempat 2021, sehingga bisa meningkatkan produksi LNG.

Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto saat Kerap Dengar Pendapat (RDP) dengan Tip VII DPR RI secara virtual pada Rabu (30/09/2020).

Dengan mulai beroperasinya Train 3 kilang Tangguh tersebut, maka produksi LNG dari kilang Tangguh di dalam 2022 diperkirakan naik 40 kargo menjadi sekitar 161 kargo lantaran 120, 1 kargo LNG di 2021. Sementara produksi pada 2020 ini diperkirakan mencapai 121, satu kargo.


Mulai 2023 dan seterusnya, lanjutnya, produksi LNG akan meningkat lagi menjadi sekitar 180 kargo per tahun.

“Train 3 LNG Melalaikan mulai berproduksi pada Q4 2021. Peningkatan produksi pada tahun prima sekitar 40 kargo, dan terbang menjadi 60 kargo per tarikh pada tahun-tahun berikutnya, ” tutur Dwi dalam RDP dengan Komite VII DPR, Rabu (30/09/2020).

Dia mengatakan, pekerjaan konstruksi di darat ( onshore ) daripada Train 3 kilang LNG Melalaikan kini telah mencapai 88, 05%, masih sesuai dengan rencana kira-kira 88, 19%.

Namun karena adanya pandemi Covid-19, menurutnya jumlah pekerja di lapangan diturunkan menjadi 6. 300 orang di April dari biasanya 13. 000 orang. Lalu kini dinaikkan sedang menjadi 7. 700-an orang.

“Saat ini sedang dilakukan evaluasi untuk menambah jumlah People on Board (POB), ” ungkapnya.

Untuk meminimalisir proyek Tangguh Train-3 terpapar dari risiko Covid-19, menurutnya pekerja wajib menjalani jalan karantina selama 14 hari dalam Jakarta, Makassar dan Ambon pra berangkat ke proyek Tangguh.

Pekerjaan di lapangan difokuskan pada pekerjaan pemasangan pipa serta electrical & instrument , khususnya di area Train-3 dan Utilities.

Saat ini menurutnya semua pekerjaan difokuskan untuk penyelesaian Mechanical Completion (MC) terkait Fuel Gas In Milestone dengan progress 75%, di mana 72 dari 95 MC sudah selesai.

Fuel Gas-In milestone ditargetkan selesai pada November 2020, ” ujarnya.

Sementara untuk pekerjaan di laut ( offshore ) menurutnya telah mencapai 98, 26%. Tetapi masih ada pekerjaan selanjutnya yaitu baseline in-line inspection (ILI) dan hook-up, dry preservation pipeline, serta integrasi dengan onshore .

Adapun kontraktor untuk EPC kilang ( onshore ) yaitu konsorsium CSTS yakni Chiyoda, Saipem, Tripatra, dan SuluhAdi. Tengah kontraktor untuk EPCI ( offshore ) fase satu yaitu PT Saipem Indonesia.

Rencana Pengembangan ( Plan of Development / POD) II Tangguh Train 3 telah disetujui pemerintah pada 29 November 2012, lalu pada 27 Januari 2014 telah disetujui AFE Front End-Engineering Design (FEED) LNG.

Sementara keputusan final investasi ( Final Investment Decision / FID) terjadi di 1 Juli 2016, dan keputusannya mulai konstruksi ( kick off EPC) di dalam 25 Agustus 2016.

Proyek ekspansi ini diperkirakan memanifestasikan gas 700 mmscfd dan 3. 000 barel minyak per hari. Produksi gas dari train 3 Tangguh ini setara dengan 3, 8 juta ton LNG per tahun (mtpa). Saat ini BP telah mengoperasikan dua train dengan kapasitas masing-masing sebesar 3, 8 mtpa. Bila train tiga ini beroperasi, maka total LNG yang dihasilkan mencapai 11, 4 juta ton per tahun.

Adapun nilai investasi dari order ini yaitu US$ 8, 9 miliar.

[Gambas:Video CNBC]
(wia)