Tugasnya Berat dan Serius, Erick Thohir Akui Mulai Stres

Tugasnya Berat dan Serius, Erick Thohir Akui Mulai Stres

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membenarkan dirinya saat ini mulai tekanan dengan banyaknya pekerjaan yang kudu dilakukannya. Bahkan dia harus mengizinkan waktunya Sabtu dan Minggu buat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya ini.

Hal ini terjadi setelah Erick didapuk  oleh Presiden Joko  Widodo  (Jokowi) menjadi Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) beberapa waktu lalu.

“Sejak awal secara kerjaan di BUMN dan ada tambahan tugas ini kan oleh sebab itu sesuatu yang berat. Tadi membangun saya jawab secara jujur tekanan, kenapa ya kita harus escalate atau menambah lagi daya bobol kita, jumlah jam kerja kita, apalagi tadi yang didasari sebab Presiden 267 juta rakyat bersandar pada kita-kita, ” kata Erick dalam program “Mata Najwa” dengan disiarkan Trans7, Rabu (5/8/2020) suangi.


Diakuinya, dalam waktu sibuknya ini, dia tetap pulang ke rumah kalau tidak mau dipanggil ‘om’ sebab keluarganya. “Tapi Sabtu-Minggu pun saat ini kemakan, ” imbuhnya.

Menurut dia, hal ini langgeng harus dilakukan karena menyangkut hajat hidup masyarakat Indonesia yang betul bergantung kepada pemerintah. Selain itu dia juga tidak bekerja tunggal tapi dibantu dengan menteri-menteri terkait lainnya dan kepala daerah.

Namun demikian, Erick memaklumi banyaknya tuntutan pekerjaan yang dijalaninya saat ini mengingat Presiden Joko Widodo juga dikenal sebagai sosok yang gila kerja. Dia berkisah, pernah mendapatkan telepon dari Presiden pukul 22. 30 malam buat berdiskusi.

Sebelumnya Erick mengakui tugas sebagai  Ketua Pelaksana Pencegahan Covid -19 sangat berat dan benar serius.

“Memang telat karena tugasnya berangkat kebanyakan. Saya dapat tugas jadi Ketua Pelaksana Pencegahan Covid -19 dan pemulihan ekonomi bersama Pak Wamen [Wakil Menteri] saya, Pak Budi [Budi Gunadi Sadikin ], ” kata Erick dalam Millennial Innovation Summit 2020 secara maya, Kamis (30/7/2020).

Dia mengungkapkan, saat ini dia harus bisa membuat terobosan-terobosan untuk bisa terus mengurangi penyebaran Covid -19 sambil membantu perekonomian Indonesia terus bangkit karena pandemi ini.

“Ini tugas sangat berat dan tentu kita jalani secara serius karena ini bagian terpenting, bagaimana kita sebagai bangsa breakthrough pemulihan Covid -19 dan pemulihan ekonomi, ” lanjutnya.

Namun demikian, Erick mengatakan dalam upaya melakukan perbaikan ekonomi ini pemerintah membutuhkan sokongan dari masyarakat dan pihak-pihak lainnya. Untuk itu masyarakat diharapkan tak abai dengan terus menerapkan protokol-protokol Covid -19 dalam berkegiatan.

Pemerintah terakhir saja menerbitkan Peraturan Presiden ( Perpres ) No 82/2020. Dalam preskripsi ini, dibentuk komite yang mengungkung Komite Kebijakan, Satuan Tugas Penanganan Covid -19, dan Satuan Perintah Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.

Komisi Kebijakan dipimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto . Sementara Ketua Pelaksana dijabat oleh Menteri BUMN Erick Thohir .

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)