Update MSCI Index Sudah Rilis Nih, Ada Emiten RI Gak?

Update MSCI Index Sudah Rilis Nih, Ada Emiten RI Gak?

Jakarta, CNBC  Indonesia – Kongsi global yang membuat indeks yaitu MSCI Inc. mengumumkan hasil kupasan termutakhir beberapa indeks mereka, termasuk MSCI Indonesia Index, pada 12 Agustus 2020. Implementasinya  mulai hendak berlaku pada akhir bulan tersebut, 31 Agustus 2020.

Pengumuman penghuni pertama MSCI Indonesia ini memang telah ditunggu-tunggu pasar mengingat MSCI menjadi salah satu acuan melihat saham-saham unggulan yang menjadi pilihan investasi.

Indeks ini berisi dari MSCI Global Indonesia Index dan MSCI Small Cap Nusantara Index.


Masuknya saham-saham di Bursa Efek Indonesia ke dua indeks tersebut (MSCI Global Standard Indexes dan MSCI Global Small Cap Indexes) dinilai bisa membuatnya masuk ke dalam radar investor global.

Perhitungannya akan berlaku efektif mulai 31 Agustus mendatang dan buatan ini dirilis pada Rabu 12 Agustus  2020.

Sebagai informasi MSCI Inc, yang dulunya bernama Morgan Stanley Capital International dan MSCI Barra, adalah pembuat indeks dari mulai rekan saham, pasar obligasi, pasar hedge fund, dan perangkat analisis pasar keuangan lain.

Hasilnya?

Ternyata belum ada tambahan anggota anyar untuk MSCI Global Indonesia Index dari saham-saham di Bursa Buntut Indonesia (BEI) seiring dengan kemunduran Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun ini.   IHSG  sudah terjun 16, 83% semenjak Januari hingga penutupan perdagangan Kamis kemarin (13/8).

Begitu pun dengan  MSCI Small Cap Indonesia Index. Padahal pada 29 Mei lalu,   ada 10 emiten di BEI  masuk menjadi konstituen baru dari MSCI  Small Cap Indonesia Index. Dari jumlah 10 emiten itu, 6 pada antaranya berasal dari emiten dengan turun kelas dari sebelumnya anggota  MSCI Global Indonesia Index.

Di Asia Pasifik, penambahan dan pengeluaran saham dari ruang acuan tersebut hanya berasal sebab bursa Taiwan, Hong Kong, Korea, dan China serta Malaysia, minus memasukkan bursa Indonesia.

Untuk MSCI Global Standard Indexes, ada penambahan 1 emiten dari  Hong Kong, Malaysia 2, Taiwan 1, Korea 3, dan China 3. Untuk yang didepak dari indeks ini Hong Kong ada 1, Malaysia dua, Taiwan 2, Korea 3, serta China 1.

Untuk MSCI Global Small Cap Indexes, ada penambahan Hong Kong 1 emiten, Taiwan 1,   Malaysia 1, Korea 3, dan China 1. Demikian juga yang dihapus atau dikeluarkan, tak ada dari Indonesia. Hanya ada  Hong Kong 1, Malaysia 2, Taiwan 1, Korea 3, dan China 1.

“Total akan ada 13 penambahan [saham baru] dan 14 penghapusan dari MSCI ACWI Small Tanda Index, ” tulis keterangan resmi MSCI, dikutip CNBC  Indonesia, Jumat (14/8/2020).

Sementara untuk MSCI Global All Cap Indexes, “akan ada dua penambahan & dua penghapusan dari MSCI World All Cap Index. ”

Sebagai pengingat, ada 10 emiten BEI  yang masuk  MSCI Small Cap Indonesia Index era 29 Mei silam:

1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

2. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)

3. PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA)

4. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

5. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

6. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)

7. PT Nusantara Properti International Tbk (NATO)

8. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)

9. PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)

10. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)

Sebagai informasi, MSCI Small Cap Indonesia Index menggunakan enam ciri yang secara ekstensif diteliti dalam literatur akademis dan divalidasi sebab tim riset MSCI sebagai kunci penggerak risk and reward sebuah saham.

Beserta ke enam faktor tersebut:

1. Value, yaitu seberapa mahal valuasi harga sejenis saham;

2. Low Size, apakah emiten tergolong meresap ke perusahaan dengan kapitalisasi rekan kecil;

3. Paksa, bagaimana momentum harga suatu saham;

4. Quality, dengan jalan apa kualitas neraca saldo perusahaan tersebut;

5, Yield¸ berapa imbal hasil suatu saham, &;

6. Low Volatility, apakah saham tersebut memiliki volatilitas yang rendah.

 

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)